Harga bensin dengan oktan 92 di China saat ini mencapai sekitar Rp 18.656 per liter, jauh melampaui harga Pertamax di Indonesia yang berkisar antara Rp 12.300 hingga Rp 12.900 per liter. Fluktuasi harga bahan bakar di Negeri Tirai Bambu ini dipengaruhi oleh ketegangan global yang berimbas pada pasokan minyak mentah dunia.
Afung, seorang pemandu dan penerjemah di Guangzhou, China, mengonfirmasi bahwa harga bensin RON 92 di stasiun pengisian setempat saat ini adalah 8,48 yuan per liter. Ia menjelaskan bahwa di China, pilihan oktan terendah adalah RON 92, diikuti oleh RON 95 dan RON 98. Tidak ada pilihan RON 90 seperti di Indonesia.
Meskipun harga saat ini sedikit turun dibandingkan pekan lalu yang mencapai 8,88 yuan (sekitar Rp 19.536 per liter), Afung mencatat bahwa dalam dua bulan terakhir, harga BBM di China telah mengalami kenaikan tajam. “Kalau dua bulan yang lalu harganya itu sekitar 7 yuan (Rp 15.400),” ungkap Afung kepada Kompas.com di Guangzhou, Rabu (22/4/2026).
Perbandingan harga ini menunjukkan perbedaan signifikan antara China dan Indonesia. Bahkan, jika dibandingkan dengan harga Pertalite (RON 90) di Indonesia yang dipatok Rp 10.000 per liter, masyarakat di China harus mengeluarkan biaya hampir dua kali lipat untuk mendapatkan bahan bakar standar mereka.
Perbedaan mencolok juga terlihat pada segmen bahan bakar beroktan tinggi. Di Indonesia, Pertamax Turbo RON 98 dijual dengan harga sekitar Rp 19.400 per liter. Harga ini sedikit lebih mahal dibandingkan dengan bensin RON 92 di China, namun menawarkan pilihan oktan yang lebih tinggi.






