— MAUMERE, KOMPAS.com — Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, telah kembali beroperasi normal pada Jumat (24/4/2026). Keputusan ini diambil setelah bandara tersebut sempat ditutup sehari sebelumnya, Kamis (23/4/2026), akibat dampak dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang berlokasi di Kabupaten Flores Timur.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Bandara Fransiskus Xaverius Seda Maumere, Partahian Panjaitan, mengonfirmasi bahwa operasional bandara telah pulih. “Hari ini Bandara Frans Seda beroperasi normal,” ujar Partahian pada Jumat.

Pembukaan kembali operasional bandara didasarkan pada Notice to Airmen (Notam) yang menyatakan kelayakan operasional penerbangan telah terpenuhi. Informasi ini menjadi dasar bagi otoritas bandara untuk melanjutkan aktivitas penerbangan.

Sejumlah Rute Penerbangan Kembali Dibuka

Dengan dibukanya kembali bandara, sejumlah rute penerbangan yang sebelumnya terganggu kini dapat kembali beroperasi. Beberapa di antaranya adalah:

  • WON 1829 (Kupang–Maumere)
  • WON 1961 (Labuan Bajo–Maumere)
  • WON 1960 (Maumere–Labuan Bajo)
  • Nam Air IN 661 (Kupang–Maumere)
  • Nam Air IN 660 (Kupang–Maumere)

Aktivitas Gunung Terpantau Mereda

Situasi aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki dilaporkan telah mereda. Sejak Kamis (23/4/2026) pukul 10.00 Wita hingga Jumat (24/4/2026) pukul 11.00 Wita, tidak terdeteksi adanya erupsi lanjutan dari gunung tersebut. Kondisi ini menjadi pertimbangan utama dalam membuka kembali bandara.

Meskipun demikian, masyarakat yang berada di sekitar gunung tetap diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya. Warga lokal maupun wisatawan diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari pusat kawah gunung demi menjaga keselamatan.