Akses.co.id — Pemerintah Provinsi Papua Tengah berupaya keras mempercepat konektivitas di wilayahnya, dengan menargetkan Bandara Douw Aturure di Nabire menjadi pusat konektivitas udara atau air hub di kawasan tengah Papua. Upaya ini semakin menguat dengan hadirnya maskapai baru yang membuka rute penerbangan dari dan ke Nabire.
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule, menyambut baik beroperasinya maskapai Batik Air di Nabire. Ia menilai kehadiran layanan penerbangan yang lebih cepat, nyaman, dan terjangkau merupakan jawaban atas kerinduan masyarakat akan konektivitas udara yang lebih baik.
“Hari ini adalah hari yang sangat kita tunggu. Kehadiran maskapai baru ini menjadi jawaban atas kerinduan masyarakat akan konektivitas udara yang lebih baik,” ujar Silwanus di Nabire, Kamis.
Dengan adanya Batik Air, akses menuju pusat-pusat pertumbuhan ekonomi nasional diharapkan menjadi jauh lebih mudah. Hal ini sejalan dengan target Pemprov Papua Tengah untuk mengembangkan Bandara Douw Aturure menjadi hub penerbangan di wilayah tengah Papua.
Posisi Strategis Nabire
Posisi geografis Nabire yang strategis dinilai memberikan peluang besar bagi Bandara Douw Aturure untuk menghubungkan berbagai kawasan, termasuk daerah pedalaman yang selama ini sangat bergantung pada jalur udara. Saat ini, penerbangan dari Nabire telah membuka rute menuju Jakarta dan Makassar melalui Ambon.
Rute baru ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh perjalanan dan menurunkan biaya logistik secara signifikan. “Konektivitas adalah kunci. Dengan terbukanya akses ini, pergerakan orang dan barang akan semakin lancar, sehingga pertumbuhan ekonomi juga meningkat,” kata Silwanus.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Pembukaan rute-rute baru ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menggerakkan roda ekonomi Papua Tengah. Selain menekan biaya logistik, peningkatan mobilitas orang dan barang diharapkan dapat mendukung berbagai sektor, mulai dari pendidikan, perdagangan, hingga investasi.
Silwanus juga mengapresiasi manajemen Lion Group yang telah membuka layanan penerbangan di Nabire. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menciptakan iklim transportasi dan investasi yang kondusif demi perkembangan konektivitas udara di Papua Tengah.
Meskipun bandara kini dilayani oleh pesawat berbadan lebih besar, penerbangan perintis menggunakan pesawat ATR tetap akan dipertahankan. Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh masyarakat, baik yang berada di perkotaan maupun daerah terpencil, dapat merasakan manfaat dari peningkatan konektivitas udara.
“Kami ingin memastikan konektivitas dari pedalaman bisa terhubung dengan penerbangan keluar Nabire, sehingga manfaatnya dirasakan seluruh masyarakat,” jelasnya.
Silwanus mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini guna meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan usaha, serta mendorong kesejahteraan ekonomi di Papua Tengah.
Ikuti Akses.co.id
