Akses.co.id — Miami, Florida – Amerika Serikat secara resmi melayangkan undangan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang dijadwalkan berlangsung di Miami pada Desember mendatang. Langkah ini mengindikasikan adanya potensi pelonggaran tekanan internasional terhadap Putin, yang sebelumnya sempat terisolasi oleh sebagian besar negara Barat pasca-invasi ke Ukraina pada 2022.
Tahun ini, Amerika Serikat memegang tampuk keketuaan G20, dan Presiden Donald Trump telah bertekad menyelenggarakan pertemuan puncak yang megah di negara bagian asalnya. “Seluruh anggota G20 akan diundang untuk menghadiri pertemuan tingkat menteri dan KTT para pemimpin,” demikian pernyataan tertulis seorang pejabat senior pemerintahan Trump pada Kamis (23/4/2026).
Meskipun undangan telah dikirimkan, Trump sendiri mengungkapkan keraguan mengenai kehadiran Putin. “Saya tidak tahu apakah dia akan datang. Sejujurnya, saya ragu dia akan hadir,” ujar Trump ketika ditanya oleh awak media.
Kendati demikian, Trump menegaskan dukungannya terhadap upaya melibatkan kembali Putin dalam forum internasional, dengan keyakinan bahwa kehadiran pemimpin Rusia itu dapat memberikan dampak positif bagi diplomasi global. “Jika dia datang, itu mungkin akan sangat membantu,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Trump kembali melontarkan kritik terhadap kebijakan mantan Presiden Barack Obama yang mengeluarkan Rusia dari G8 sebagai respons atas invasi ke Ukraina pada 2014. “Presiden Putin sangat tersinggung dengan hal itu, dan itu wajar,” tambah Trump.
Upaya Pencairan Hubungan AS-Rusia
Sejak kembali menjabat, Trump telah berupaya mencairkan hubungan yang membeku dengan Rusia dengan tujuan mengakhiri perang di Ukraina. Meskipun sempat berjanji menyelesaikan konflik tersebut dalam 24 jam, upaya ini belum menunjukkan hasil yang nyata.
Delegasi Moskow dan Kyiv telah beberapa kali menggelar perundingan. Trump pun berulang kali menyalahkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky karena menolak menyerahkan wilayah kepada Rusia. Pertemuan terakhir antara Trump dan Putin terjadi pada Agustus 2025 di Alaska, yang menjadi kali pertama Putin mengunjungi tanah Barat sejak invasi dimulai.
[video.1]Respons Kremlin
Di sisi lain, Istana Kepresidenan Rusia atau Kremlin menyatakan bahwa hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai kehadiran Putin di Miami pada 14-15 Desember mendatang. “Keputusan tersebut belum dibuat,” ujar juru bicara Kremlin Dmitry Peskov di Moskow.
Namun, kantor berita pemerintah Rusia, RIA Novosti, mengutip Wakil Menteri Luar Negeri Alexander Pankin yang mengonfirmasi bahwa Rusia telah menerima undangan untuk menghadiri KTT tersebut pada “tingkat tertinggi”.
[img.2]
Kehadiran Putin di luar negeri memang menjadi isu sensitif sejak Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya pada 2023 atas tuduhan terkait perang. Hal ini membuat Putin cenderung menghindari perjalanan ke negara-negara yang secara teori wajib menangkapnya. Namun, Amerika Serikat bukan merupakan anggota ICC, lembaga yang juga ditentang keras oleh Trump.
Sebagai catatan, Putin belum pernah lagi berpartisipasi dalam KTT G20 sejak 2019. Awalnya, ketidakhadirannya disebabkan oleh pandemi COVID-19, yang kemudian berlanjut akibat situasi perang di Ukraina.
Ikuti Akses.co.id
