— BULELENG, KOMPAS.com — Sebanyak 18 warga di Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali, dilaporkan menjadi korban gigitan anjing yang diduga mengidap rabies. Peristiwa yang terjadi dalam satu hari, Kamis (23/4/2026), ini membuat petugas gabungan masih terus berupaya menangkap hewan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Sucipto, memastikan seluruh korban gigitan telah mendapatkan penanganan medis segera. “Semua divaksin anti rabies. Tidak ada yang masuk kategori risiko tinggi,” ujar Sucipto saat dikonfirmasi pada Sabtu (25/4/2026) di Buleleng.

Ia merinci, distribusi penanganan medis menunjukkan 14 korban menerima vaksinasi di Puskesmas Buleleng 3, tiga orang di Puskesmas Buleleng 1, dan satu orang lainnya di RSU Giri Emas. Dari total 18 korban, dua di antaranya adalah anak-anak berusia 10 tahun dan 5 tahun. “Sebagian besar digigit di kaki dan tangan,” tambah Sucipto.

Kronologi Kejadian Berawal dari Media Sosial

Peristiwa nahas ini pertama kali terungkap ke publik melalui unggahan warga di media sosial. Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Banyuning, Putu Mahendra, membenarkan hal tersebut.

“Kami cross check, ternyata kejadiannya dari pagi terus meningkat sampai malam,” ujar Mahendra. Ia menjelaskan bahwa anjing tersebut dilaporkan menggigit warga di berbagai lokasi di permukiman, termasuk di Jalan Pulau Samosir, Jalan Pulau Komodo, hingga kawasan padat penduduk lainnya.

Anjing Pelaku Masih Buron

Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian terhadap anjing yang diduga rabies tersebut masih terus dilakukan oleh petugas gabungan. Tujuannya adalah untuk mengamankan hewan tersebut guna pemeriksaan lebih lanjut dan mencegah potensi penularan penyakit rabies lebih luas.