Money

Astra International (ASII) Tunjuk Chatib Basri Jadi Komisaris Independen

Advertisement

PT Astra International Tbk (ASII) resmi menunjuk ekonom Muhamad Chatib Basri sebagai Komisaris Independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis, 23 April 2026.

Penunjukan Chatib Basri, yang dikenal memiliki keahlian mendalam di bidang makroekonomi, perdagangan internasional, dan ekonomi politik, merupakan salah satu keputusan penting dalam agenda RUPST tahun ini. Ia melengkapi jajaran komisaris independen yang sudah ada, yaitu Sri Indrastuti Hadiputranto dan Muliaman Darmansyah Hadad.

Selain Chatib Basri, rapat pemegang saham juga menetapkan Prijono Sugiarto untuk menduduki posisi Presiden Komisaris. Pariya Tangtongpairoth juga ditunjuk sebagai komisaris independen.

Sejumlah nama yang telah lama berkontribusi di jajaran komisaris Astra International tetap bertahan. Mereka antara lain Anthony John Liddell Nightingale, Benjamin William Keswick, Stephen Patrick Gore, Lincoln Lin Feng Pan, dan Lee Liang Whye.

Perubahan susunan komisaris juga ditandai dengan tidak lagi tercantumnya nama Apinont Suchewaboripont dan Benjamin Herrenden Birks dalam daftar. Perubahan ini, sesuai dengan anggaran dasar perseroan, efektif berlaku sejak penutupan RUPST 2026.

Advertisement

Latar belakang pendidikan Chatib Basri dimulai dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Ia kemudian melanjutkan studi ke Australian National University, di mana ia meraih gelar Master ekonomi pembangunan pada tahun 1996 dan gelar doktor ekonomi pada tahun 2001.

Kiprahnya di dunia akademis dimulai sebagai asisten peneliti di Department of Economics, Research School of Pacific and Asian Studies, Australian National University, dari tahun 1994 hingga 2001. Pengalaman ini menjadi fondasi penting bagi keterlibatannya dalam perumusan kebijakan ekonomi.

Chatib Basri kemudian beralih ke sektor pemerintahan dan memegang berbagai posisi strategis. Ia pernah menjabat sebagai penasihat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada periode 2004-2005. Ia juga aktif dalam forum internasional, menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan untuk Group of Twenty (G20) dari tahun 2006 hingga 2010, serta menjadi Sherpa KTT G20 di Washington pada tahun 2008.

Sebelum terjun ke dunia pemerintahan, ia sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Ekonomi Presiden pada periode 2010-2012. Puncak kariernya di pemerintahan adalah saat ia ditunjuk menjadi Menteri Keuangan pada tahun 2013 hingga 2014 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pengalamannya yang luas di bidang ekonomi dan kebijakan publik diharapkan dapat memberikan kontribusi berarti bagi Astra International.

Advertisement