Money

Astra (ASII) Bagi Dividen Rp 15,66 Triliun, Investor Terima Rp 390 per Saham

Advertisement

PT Astra International Tbk (ASII) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 15,66 triliun dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis, 23 April 2026.

Total laba bersih konsolidasian perseroan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp 32,76 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 390 per saham dialokasikan untuk dividen tunai yang akan diterima oleh para investor.

“RUPST menyetujui penggunaan laba bersih konsolidasian perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 32,76 triliun. Sebesar Rp 390 setiap saham atau sebanyak-banyaknya Rp 15,66 triliun dibagikan sebagai dividen tunai,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, dalam keterangan pers.

Nilai dividen yang dibagikan ini sudah mencakup dividen interim yang sebelumnya telah dibayarkan. Dividen interim tersebut sebesar Rp 98 per saham atau senilai Rp 3,96 triliun, yang telah dibayarkan pada 31 Oktober 2025.

“Termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp 98 per saham atau sebesar Rp 3,96 triliun yang telah dibayarkan pada tanggal 31 Oktober 2025,” jelasnya.

Dengan demikian, sisa dividen final yang akan diterima oleh pemegang saham adalah sebesar Rp 292 per saham.

Advertisement

Manajemen Astra menetapkan jadwal pembayaran dividen final pada 25 Mei 2026. Pembayaran akan diberikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 6 Mei 2026, pukul 16.00 WIB.

Perlu dicatat bahwa besaran dividen final ini masih berpotensi mengalami perubahan. Perubahan tersebut dapat dipengaruhi oleh program pembelian kembali saham perseroan yang masih berjalan, yang berpotensi mengubah jumlah saham beredar hingga tanggal pencatatan.

Pergerakan Saham ASII

Pada perdagangan Kamis (23/4/2026), saham PT Astra International Tbk (ASII) dilaporkan mengalami tekanan. Harga saham ASII tercatat turun 250 poin atau 3,79 persen, berakhir di level Rp 6.350.

Melemahnya pergerakan saham ASII terlihat sejak awal sesi perdagangan. Saham sempat dibuka di kisaran Rp 6.600, kemudian bergerak turun secara bertahap hingga menyentuh level terendah di kisaran Rp 6.325.

Advertisement