Tren

AS Tiba-tiba Pecat Menteri Angkatan Laut di Tengah Perang Iran, Ada Apa?

Advertisement

Pemerintah Amerika Serikat secara mengejutkan memecat Menteri Angkatan Laut, John Phelan, pada Rabu (23/4/2026) waktu setempat. Keputusan mendadak ini terjadi di tengah situasi eskalasi ketegangan dengan Iran dan menambah daftar panjang perombakan pejabat tinggi di Pentagon dalam beberapa pekan terakhir.

Pentagon mengonfirmasi pencopotan Phelan yang berlaku “efektif segera”, namun enggan memberikan penjelasan resmi mengenai alasan di balik langkah tersebut. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai arah kebijakan pertahanan AS, terutama mengingat peran krusial Angkatan Laut dalam menghadapi ancaman geopolitik.

Dugaan Alasan di Balik Pemecatan

Sejumlah sumber yang enggan disebutkan namanya, seperti dilaporkan oleh Reuters, mengindikasikan bahwa pemecatan Phelan berkaitan erat dengan kinerjanya yang dinilai lamban dalam mendorong reformasi. Fokus reformasi tersebut utamanya adalah untuk mempercepat pembangunan kapal perang, sebuah prioritas strategis di tengah persaingan kekuatan maritim global.

Selain itu, Phelan juga diduga mengalami ketegangan hubungan dengan sejumlah pejabat penting di Pentagon. Di antaranya adalah Menteri Pertahanan Pete Hegseth, wakilnya Steve Feinberg, serta pejabat sipil nomor dua di Angkatan Laut, Hung Cao. Hung Cao inilah yang kemudian ditunjuk untuk menjabat sebagai pelaksana tugas Menteri Angkatan Laut menggantikan Phelan.

Sumber yang sama juga mengungkap adanya penyelidikan etik yang sedang berjalan terhadap kantor Phelan. Penyelidikan ini disebut-sebut menjadi salah satu faktor penentu dalam keputusan pemecatan ini. Phelan sendiri dikenal sebagai seorang miliarder yang memiliki kedekatan kuat dengan Presiden Donald Trump. Ia merupakan pejabat setingkat menteri pertama yang dipilih langsung oleh Trump dan kini diberhentikan sejak Trump kembali menjabat.

Langkah ini mencerminkan dinamika internal yang kompleks di tubuh Pentagon di bawah kepemimpinan Hegseth. Sebelumnya, beberapa pejabat tinggi militer lainnya juga telah dicopot dari jabatannya, termasuk Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal C.Q. Brown, Kepala Operasi Angkatan Laut, hingga Wakil Kepala Staf Angkatan Udara. Pada awal April lalu, Kepala Staf Angkatan Darat Randy George juga diberhentikan tanpa penjelasan resmi, yang dikabarkan juga terkait dengan ketegangan internal.

Advertisement

Pemecatan di Tengah Konflik Iran

Pemecatan Phelan terjadi pada saat yang sangat sensitif, yakni ketika Amerika Serikat masih terlibat dalam konflik berkepanjangan dengan Iran. AS saat ini tengah menjalankan operasi blokade laut terhadap negara tersebut, sebuah langkah strategis untuk menekan Iran agar bersedia bernegosiasi mengakhiri konflik sesuai dengan kepentingan Washington.

Angkatan Laut AS memegang peranan sentral dalam operasi militer ini. Di sisi lain, Angkatan Laut AS juga menghadapi tekanan besar untuk memperkuat armadanya, terutama mengingat meningkatnya dominasi industri galangan kapal China yang kini telah melampaui Amerika Serikat.

Menyadari tantangan ini, pemerintahan Trump telah mengajukan anggaran pertahanan sebesar 1,5 triliun dollar AS untuk tahun fiskal 2027. Anggaran ini mencakup alokasi lebih dari 65 miliar dollar AS khusus untuk pembangunan kapal perang dan kapal pendukung. Program ambisius ini dikenal sebagai inisiatif “Golden Fleet”, yang diklaim sebagai rencana pembangunan kapal terbesar sejak tahun 1962.

Keputusan mengganti Phelan dinilai mengejutkan karena dilakukan di saat Angkatan Laut AS tengah menjalankan operasi militer besar di luar negeri. Sebagaimana dilansir Al Jazeera, para pengamat menilai pergantian kepemimpinan ini berisiko. Namun, di sisi lain, langkah ini juga bisa dilihat sebagai strategi jitu. Hal ini mengingat penggantinya, Hung Cao, memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di Angkatan Laut, sebuah latar belakang yang berbeda jauh dengan Phelan yang tidak memiliki pengalaman militer.

Dengan kondisi perang yang belum sepenuhnya mereda, perubahan kepemimpinan di pucuk Angkatan Laut ini tentu menambah lapisan ketidakpastian di tubuh militer Amerika Serikat.

Advertisement