— Sistem pertahanan udara dilaporkan aktif di atas kota Kermanshah, Iran, pada Sabtu (25/4/2026). Aktivitas ini terdengar jelas di berbagai wilayah kota, memicu spekulasi dari sumber lokal mengenai pengujian sistem pertahanan. Namun, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran mengenai hal ini.

Pengaktifan sistem pertahanan udara tersebut terjadi di tengah ketidakpastian nasib negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran yang sedianya digelar di Pakistan. Presiden AS Donald Trump diketahui telah membatalkan perjalanan utusannya ke Islamabad untuk pembicaraan tersebut.

“Saya baru saja membatalkan perjalanan perwakilan saya ke Islamabad, Pakistan, untuk bertemu dengan pihak Iran. Terlalu banyak waktu terbuang untuk perjalanan, terlalu banyak pekerjaan!” tulis Trump melalui platform media sosial Truth, seperti dikutip dari AFP, Minggu (26/4/2026).

Trump menambahkan, pembatalan tersebut juga dipicu oleh adanya “perselisihan internal dan kebingungan yang luar biasa di dalam ‘kepemimpinan’ mereka (Iran). Tidak ada yang tahu siapa yang bertanggung jawab, termasuk mereka sendiri.”

Pembatalan Perjalanan Utusan AS

Menantu Trump, Jared Kushner, dan utusan khusus Steve Witkoff dijadwalkan untuk melakukan putaran kedua pembicaraan perdamaian dengan Iran di Islamabad pada hari Sabtu. Namun, rencana tersebut batal setelah Trump mengumumkannya melalui panggilan telepon individu dengan para wartawan dan unggahan di media sosial.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dilaporkan telah meninggalkan Islamabad sesaat sebelum pengumuman pembatalan Trump tersebut.

Trump Buka Peluang Negosiasi, Bukan Perang

Meski membatalkan perjalanan utusannya, Trump menegaskan bahwa langkah tersebut tidak berarti Amerika Serikat akan memulai perang kembali dengan Iran. Ia menyatakan bahwa Iran masih bisa menghubungi AS jika ingin bernegosiasi.

“Tidak. Itu tidak berarti demikian. Kami belum memikirkannya,” jelas Trump, seperti dilaporkan oleh Mehr.

Amerika Serikat sendiri telah memperpanjang gencatan senjata dengan Iran yang mulai berlaku pada 8 April lalu, tanpa batas waktu yang ditentukan. Berbicara di landasan pacu bandara Palm Beach, Florida, pada Sabtu sore, Trump mengungkapkan bahwa Iran semestinya dapat menyajikan dokumen yang lebih baik dalam negosiasi.

“Yang menarik, segera setelah saya membatalkannya, dalam waktu 10 menit, kami mendapatkan dokumen baru yang jauh lebih baik,” ujar Trump.