Akses.co.id — Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, turut memeriahkan peringatan Hari Buruh atau May Day 2026 di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, pada Jumat (1/5/2026). Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja memadati area tersebut, membawa poster dan bendera organisasi mereka, sembari mengenakan seragam khas masing-masing, seperti merah, biru, oranye, dan hitam. Massa yang didominasi usia produktif hingga sekitar 50 tahun itu terlihat tertib dalam aksi yang berlangsung sejak siang.
Sekitar pukul 15.30 WIB, kehadiran Armuji disambut meriah oleh para buruh. Dengan mengenakan kaos dan celana hitam, pria yang akrab disapa Cak Ji ini naik ke atas mobil komando dan langsung mengambil mikrofon untuk menyampaikan orasinya.
Dalam pidatonya, Armuji menyampaikan ucapan Selamat Hari Buruh. Ia juga menekankan pentingnya momentum May Day sebagai sarana untuk menyuarakan aspirasi para pekerja. “Selamat datang di Kota Surabaya. Hidup Buruh! Jaga ketertiban, jaga keselamatan dan pulanglah dengan selamat sampai rumah, hidup buruh,” serunya berulang kali, disambut riuh oleh massa.
Kehadiran dan orasi Armuji mendapat apresiasi dari para buruh. Salah satu orator kemudian melanjutkan pidatonya dengan menyuarakan tuntutan penghapusan sistem outsourcing. “Kita ingin ada penghapusan outsourcing, bukan cuma pembatasan. Kita tidak ingin berdampak ke anak-anak kita,” tegas orator tersebut.
Ia melanjutkan dengan nada prihatin, “Biar itu kawan-kawan seragam cokelat parfumnya mahal. Apakah mereka mau anak-anak mereka menjadi outsourcing. Kontrak 3 atau 6 bulan, akhir bulan mau habis kontrak dredeg, nasib.” Keluhan tersebut menggambarkan keresahan para pekerja mengenai ketidakpastian status kepegawaian akibat sistem outsourcing.
Tak lama setelah Armuji selesai berorasi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya, turut hadir di atas panggung.
Ikuti Akses.co.id
