Edukasi

Apakah Nilai UTBK 500 Bisa Lolos Masuk PTN 2026?

Advertisement

Pertanyaan mengenai ambang batas aman nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pada tahun 2026 mulai mengemuka di kalangan calon mahasiswa. Banyak peserta yang merasa cemas apabila perolehan nilai UTBK sebesar 500 dianggap cukup kompetitif untuk mengamankan kursi di PTN favorit atau justru berada di zona tidak aman.

Meski berbagai bimbingan belajar (bimbel) kerap memberikan prediksi nilai aman, pada dasarnya tidak ada patokan khusus yang menetapkan apakah nilai UTBK 500 bisa menjamin kelolosan ke PTN pada tahun 2026. Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) setiap tahunnya hanya mengumumkan nilai UTBK tertinggi dan terendah se-Indonesia, bukan nilai minimal untuk masuk ke PTN tujuan. Oleh karena itu, keamanan nilai UTBK 500 sangat bergantung pada program studi (prodi) yang dipilih.

Mekanisme Penilaian UTBK SNBT dan Kelolosan PTN

Ketua tim penanggung jawab SNPMB, Prof. Eduart Wolok, menegaskan bahwa nilai UTBK SNBT, bahkan yang hanya 500, berpotensi untuk lolos. Hal ini dikarenakan setiap prodi memiliki nilai akhir yang berbeda. Prediksi nilai yang beredar di media sosial sebagai “passing grade” ternyata tidak berasal dari PTN dan bukan informasi resmi dari tim SNPMB.

Penilaian UTBK SNBT 2026 sepenuhnya murni berdasarkan skor. Prof. Eduart Wolok menjelaskan bahwa sistem passing grade atau ambang batas nilai bawah sudah tidak diberlakukan. Peserta akan diranking, dan hanya 30 persen teratas dari masing-masing prodi yang akan diterima.

“Jadi apakah tahun ini dan tahun kemarin, atau tahun depan, nilai peserta stabil dan sebagainya, kami tidak bisa pastikan. Karena itu tergantung dengan kemampuan dari yang mengambil prodi tersebut,” ujar Eduart dalam Konferensi Pers Pengumuman UTBK 2025, yang dilansir dari kanal YouTube SNPMB pada Kamis (23/4/2026).

Penghapusan passing grade bertujuan untuk mengurangi beban calon mahasiswa. Dengan demikian, peserta dapat lebih fokus meraih nilai setinggi-tingginya pada prodi pilihan mereka, tanpa harus bersaing dengan peserta dari lintas program studi.

Sebagai gambaran, pada tahun 2025, nilai tertinggi jenjang sarjana (S1) mencapai 819,85, dengan nilai terendah 200,00 dan rata-rata nilai 545,78. Untuk jenjang D4, nilai tertinggi tercatat 774,38 dan terendah 284,16 dengan rata-rata 541,47. Sementara itu, jenjang D3 mencatat nilai tertinggi 731,21 dan terendah 293,92 dengan rata-rata 529,39.

Dengan demikian, nilai UTBK 500 tetap memiliki peluang untuk lolos, tergantung pada ketatnya persaingan di prodi pilihan. Jika prodi yang dituju memiliki daya tampung besar namun persaingan ketat, upaya untuk meraih nilai setinggi mungkin tetap krusial.

Advertisement

Data Nilai UTBK Beberapa Tahun Terakhir

Nilai UTBK SNBT menunjukkan angka yang fluktuatif dari tahun ke tahun. Berikut adalah rincian data nilai rata-rata tertinggi berdasarkan jenjang pada tahun 2023 dan 2024:

Nilai Rata-rata UTBK SNBT 2023 Tertinggi

  • Jenjang S1: Institut Teknologi Bandung (ITB) memimpin dengan rata-rata nilai tertinggi 694,40.
  • Jenjang Vokasi (D4): Universitas Gadjah Mada (UGM) meraih rata-rata tertinggi 643,84.

Rincian nilai rata-rata UTBK 2023 untuk PTN akademik:

Perguruan Tinggi Rata-rata Nilai S1
Institut Teknologi Bandung (ITB) 694,40
Universitas Indonesia (UI) 684,29
Universitas Gadjah Mada (UGM) 681,61
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) 656,70
Universitas Airlangga (Unair) 648,92
Universitas Diponegoro (Undip) 639,45
Universitas Padjadjaran (Unpad) 632,21
IPB University 630,02
Universitas Sebelas Maret (UNS) 624,75
UPN Veteran Jakarta 622,52
Universitas Brawijaya (UB) 622,18
UPN Veteran Yogyakarta 615,83
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 607,48
Universitas Jendera Soedirman (Unsoed) 606,70
Universitas Sumatera Utara (USU) 590,25
UPN Veteran Jawa Timur 590,22
Universitas Negeri Jakarta (UNJ) 587,26
Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta 587,03
Universitas Negeri Semarang (Unnes) 585,16
Universitas Udayana (Unud) 583,01

Rincian nilai rata-rata UTBK 2023 untuk jenjang vokasi:

Perguruan Tinggi Rata-rata Nilai Vokasi (D4/D3)
Universitas Gadjah Mada (UGM), D4 643,84
Universitas Indonesia (UI), D4 627,42
Universitas Sebelas Maret (UNS), D4 621,22
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), D4 606,46
Universitas Airlangga (Unair), D4 594,66
Universitas Indonesia (UI), D3 593,67
Politeknik Negeri Bandung (Polban), D4 593,36
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), D4 590,22
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), D4 588,10
Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), D4 583,07
IPB University, D4 582,48
Universitas Sebelas Maret (UNS), D3 575,03
Universitas Negeri Semarang (Unnes), D3 574,46
Universitas Diponegoro (Undip), D4 573,95
Universitas Negeri Jakarta (UNJ), D4 573,33
Politeknik Negeri Malang (Polinema), D4 563,83
Universitas Brawijaya (UB), D4 563,46
Politeknik Negeri Semarang (Polines), D4 563,32
Politeknik Negeri Bandung (Polban), D3 561,72
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), D4 561,29

Nilai Rata-rata UTBK SNBT 2024 Tertinggi

Pada SNBT 2024, ITB kembali menduduki posisi pertama dengan rata-rata nilai UTBK 718,73, diikuti oleh Universitas Indonesia (UI) dengan 704,83. Universitas Negeri Malang berada di posisi akhir dengan rata-rata nilai UTBK 574,53.

Rincian nilai rata-rata UTBK 2024 untuk jenjang S1:

Perguruan Tinggi Rata-rata Nilai S1
Institut Teknologi Bandung 718,73
Universitas Indonesia 704,83
Universitas Gadjah Mada 702,48
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 673,47
Universitas Airlangga 655,96
Universitas Diponegoro 653,26
Institut Pertanian Bogor 648,15
Universitas Padjadjaran 645,28
UPN Veteran Jakarta 627,85
Universitas Sebelas Maret 626,25
Universitas Brawijaya 625,61
UPN Veteran Yogyakarta 622,38
Universitas Negeri Yogyakarta 611,84
Universitas Sumatera Utara 599,20
Universitas Jenderal Soedirman 598,13
UPN Veteran Jawa Timur 587,27
Universitas Negeri Semarang 586,94
Universitas Negeri Jakarta 581,74
Universitas Udayana 581,18
Universitas Negeri Malang 574,53

Rincian nilai rata-rata UTBK 2024 untuk jenjang vokasi:

Perguruan Tinggi Rata-rata Nilai Vokasi (D4/D3)
Politeknik Negeri Bandung 610,03
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 603,64
Politeknik Manufaktur Bandung 591,84
Politeknik Negeri Jakarta 591,84
Politeknik Negeri Semarang 579,92
Politeknik Negeri Malang 556,67
Politeknik Maritim Negeri Indonesia 549,95
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya 539,66
Politeknik Negeri Batam 539,66
Politeknik Negeri Medan 527,52
Politeknik Negeri Padang 527,47
Politeknik Negeri Media Kreatif 524,32
Politeknik Negeri Madiun 522,26
Politeknik Negeri Sriwijaya 516,24
Politeknik Negeri Cilacap 514,84
Politeknik Negeri Bali 502,81
Politeknik Negeri Subang 502,35
Politeknik Negeri Samarinda 500,59
Politeknik Negeri Jember 493,97
Politeknik Negeri Ujung Pandang 491,81
Advertisement