Akses.co.id — Makanan memegang peranan krusial dalam menjaga energi tubuh, mendukung pertumbuhan, memperkuat sistem kekebalan, serta memelihara kesehatan organ. Kesadaran akan pentingnya asupan nutrisi ini mendorong banyak orang untuk lebih cermat dalam memilih menu santapan, mulai dari sarapan, makan siang, hingga makan malam. Namun, muncul pertanyaan menarik: benarkah makanan yang dikonsumsi pada malam hari dapat memengaruhi kualitas mimpi seseorang?
Sebuah penelitian yang dirangkum dari Delish menunjukkan adanya korelasi antara pola makan dan kualitas tidur. Temuan ini sejalan dengan survei yang pernah dilakukan di Kanada, melibatkan seribu responden. Lebih dari 40 persen partisipan melaporkan bahwa jenis makanan tertentu mampu memperbaiki atau justru memperburuk kualitas tidur mereka. Bahkan, sebagian responden secara spesifik mengaitkan konsumsi makanan saat makan malam dengan pengalaman mimpi mereka.
Menariknya, individu yang memiliki intoleransi laktosa atau alergi makanan melaporkan frekuensi mimpi buruk yang lebih tinggi, disertai penurunan kualitas tidur. Fenomena serupa juga dialami oleh responden yang mengonsumsi makanan berkualitas buruk saat makan malam, yang berujung pada gangguan pencernaan dan lebih sering mengalami mimpi buruk serta perasaan tidak nyaman secara psikologis selama tidur.
Dr. Angela Hilliday-Bell, seorang spesialis tidur klinis bersertifikat, membenarkan potensi makanan, khususnya makan malam, dalam memengaruhi kualitas mimpi. “Karena mimpi terjadi pada tahapan tidur tertentu, terutama tidur REM, segala sesuatu yang memengaruhi kualitas tidur Anda dapat memengaruhi seberapa jelas atau mudah mimpi tersebut diingat,” jelasnya.
Jenis Makanan dan Pengaruhnya terhadap Mimpi
Dalam survei tersebut, beberapa jenis makanan paling sering dikaitkan dengan perubahan mimpi yang kurang berkualitas. Makanan penutup seperti manisan, produk olahan susu, makanan pedas, dan daging menjadi sorotan utama. Sebaliknya, makanan bernutrisi seperti buah-buahan dilaporkan dapat menghasilkan mimpi yang lebih berkualitas.
Temuan lain yang tak kalah menarik adalah laporan bahwa makan mendekati waktu tidur atau mengonsumsi makanan larut malam cenderung berakibat pada kualitas tidur yang lebih buruk, serta gambaran mimpi yang cenderung negatif. Dr. Hilliday-Bell menambahkan bahwa makanan berlemak dan pedas dapat mengganggu sistem pencernaan, yang pada gilirannya dapat menurunkan kualitas mimpi.
Tips Mendapatkan Tidur Berkualitas
Untuk mencapai kualitas tidur yang optimal, Dr. Hilliday-Bell menyarankan beberapa hal. Ia menganjurkan untuk menghindari konsumsi makanan berat atau yang berpotensi mengganggu pencernaan menjelang waktu tidur. Jika memang ingin makan besar, pastikan jeda waktu antara makan dan tidur adalah dua hingga tiga jam.
“Anda juga perlu memperhatikan jenis makanan yang ingin dikonsumsi sebelum tidur. Hal ini bisa membuat kualitas tidur menjadi berkualitas atau justru buruk,” tegasnya. Bagi mereka yang sering mengalami mimpi buruk, ia menyarankan untuk merefleksikan kembali asupan makanan sebelum tidur dan mencoba menghindari jenis-jenis makanan yang diduga menjadi pemicunya.
Ikuti Akses.co.id
