Akses.co.id — Politikus PDI Perjuangan, Anas Karno, secara resmi dilantik sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya. Pelantikan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan sisa masa jabatan 2024-2029 melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).
Acara pelantikan tersebut berlangsung dalam Rapat Paripurna DPRD Surabaya pada Senin, 27 Mei 2026. Ketua DPRD Surabaya, Bahtiyar Rifai, yang memimpin jalannya rapat paripurna, menjelaskan bahwa proses PAW Anas Karno didasarkan pada Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1-319-KBTS-01.2-2026 tertanggal 23 April 2026.
Bahtiyar Rifai dalam rilis pers yang diterima Kompas.com pada Kamis, 30 April 2026, menegaskan bahwa seluruh tahapan PAW telah melalui mekanisme yang sesuai, termasuk hasil musyawarah yang telah digelar beberapa hari sebelumnya.
Usai dilantik, Anas Karno menyampaikan rasa terima kasih atas amanah yang dipercayakan kepadanya. Ia mengenang almarhum Adi Sutarwijono bukan hanya sebagai senior di partai, melainkan sebagai sosok ketua, sahabat, dan guru yang memiliki peran penting dalam perjalanan politiknya.
“Bismillah, saya akan melanjutkan kebaikan-kebaikan yang selama ini sudah dilakukan beliau, sering turun ke masyarakat, dan berupaya melakukan yang lebih baik lagi, terutama di dapil (daerah pemilihan) tiga, khususnya dan Kota Surabaya pada umumnya,” ujar Anas Karno.
Kesiapan Menjalankan Tugas Partai
Menanggapi pertanyaan mengenai penempatan komisi di DPRD Surabaya, Anas Karno menegaskan kesiapannya untuk menjalankan keputusan partai. Ia menyatakan bahwa sebagai kader PDI Perjuangan, ia wajib tunduk dan patuh pada instruksi partai.
“Saya sebagai kader PDI Perjuangan harus tunduk dan patuh kepada partai. Ditugaskan di mana saja harus siap,” tegasnya.
Anas Karno menambahkan bahwa kehadiran kader partai di tengah masyarakat dan kesediaan untuk memberikan bantuan saat dibutuhkan merupakan kewajiban.
Melanjutkan Program Almarhum Adi Sutarwijono
Terkait sisa masa jabatan hingga tahun 2029, Anas Karno berkomitmen untuk meneruskan program-program yang telah dirintis oleh almarhum Adi Sutarwijono. Ia juga bertekad untuk melengkapi hal-hal yang masih memerlukan perbaikan.
“Yang kurang akan segera kami lengkapi dan diupayakan menjadi lebih baik,” tuturnya.
Ikuti Akses.co.id
