Akses.co.id — BANGKALAN, Jatim – Misteri penemuan jenazah perempuan yang memeluk boneka Pikachu di tepi Jalan Raya Desa Lombang Dajah, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, akhirnya terkuak. Aparat Satreskrim Polres Bangkalan berhasil meringkus pelaku pembunuhan sadis itu, yang ternyata adalah anak tiri korban sendiri. Pelaku, yang teridentifikasi sebagai MH (24) asal Desa Kelbung, Kecamatan Galis, ditangkap pada Kamis (23/4/2026) malam setelah sempat buron.
Korban diketahui berinisial ABF (30). Saat ditemukan pada Rabu (22/4/2026) malam, kondisinya sangat mengenaskan dengan luka senjata tajam di tubuhnya, sembari mendekap boneka Pokemon berwarna kuning.
Motif Sakit Hati Akibat Dugaan Perselingkuhan
Berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam, aksi keji ini dipicu oleh rasa sakit hati MH terhadap ibu tirinya. Pelaku menduga kuat ABF menjalin hubungan gelap dengan pria lain berinisial MS (34). Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, menjelaskan bahwa emosi MH sudah memuncak dalam beberapa hari terakhir, bahkan ia sempat mencari keberadaan MS hingga ke rumahnya.
“Dari hasil interogasi pada pelaku, aksi tersebut dilakukan karena sakit hati ibunya berselingkuh dengan pria lain. Namun, memang niat awalnya sasarannya adalah MS,” ujar Hafid dalam konferensi pers, Jumat (24/4/2026).
Kronologi Penyerangan di Tepi Jalan
Peristiwa tragis ini bermula ketika korban ABF sedang berjalan kaki bersama MS dan kakak MS, SL (70), menuju jalan poros untuk mencari angkutan umum. Posisi korban sedikit tertinggal di belakang kedua rekannya.
Tiba-tiba, MH muncul dari arah belakang membawa senjata tajam jenis celurit dan langsung mengejar mereka. “Korban posisinya agak tertinggal dari MS dan SL. Di situlah pelaku bertemu korban dan meluapkan amarahnya hingga menyebabkan korban ABF meninggal dunia di lokasi kejadian,” papar Hafid.
Melihat serangan membabi buta tersebut, MS dan SL segera melarikan diri. Polisi menemukan saksi SL tidak jauh dari lokasi saat melakukan penyisiran, sementara MS hingga kini masih dalam proses pencarian.
Hasil Otopsi: Luka Serius di Leher Jadi Penyebab Utama Kematian
Dokter spesialis forensik RSUD Syamrabu Bangkalan, dr. Edy Suharto, mengungkapkan bahwa korban menderita luka terbuka yang sangat parah di beberapa bagian vital tubuhnya.
“Luka-lukanya pada leher, dada, perut, dan pinggang. Dari hasil otopsi ada beberapa organ di dalam juga ada yang kena,” jelas dr. Edy.
Ia menegaskan bahwa penyebab utama kematian adalah luka sabetan di bagian leher. Tim medis juga memastikan bahwa korban tidak dalam kondisi hamil saat insiden tersebut terjadi.
Barang Bukti dan Ancaman Hukuman
Selain mengamankan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). Di antaranya adalah boneka Pikachu milik korban yang terdapat bercak darah pada bagian kakinya.
“Barang bukti yang berhasil kami sita yaitu satu potong kaus lengan panjang milik korban, celana panjang, satu boneka Pikachu, serta sebilah celurit milik tersangka yang digunakan untuk melakukan penganiayaan,” tambah Hafid didampingi Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama.
Kini, tersangka MH telah ditahan di Mapolres Bangkalan. Ia dijerat dengan pasal pembunuhan berencana yang membawa ancaman hukuman maksimal berupa pidana mati, penjara seumur hidup, atau sekurang-kurangnya 20 tahun penjara.
Pihak kepolisian masih terus mendalami keterangan dari para saksi guna melengkapi berkas perkara serta mencari keberadaan pria berinisial MS yang terlibat dalam pusaran masalah ini.
Ikuti Akses.co.id
