Megapolitan

Alirannya Diduga Jadi Mal Bintaro Xchange, Kondisi Kali Ciputat Menghitam dan Tak Mengalir

Advertisement

Aliran Kali Ciputat yang melintasi kawasan Bintaro Jaya Sektor 7, Pondok Aren, Tangerang Selatan, dilaporkan terputus dan warnanya menghitam. Kondisi ini memicu dugaan bahwa sebagian alirannya telah dialihfungsikan, salah satunya untuk pembangunan Bintaro Jaya Xchange (BXc) Mall.

Temuan ini terungkap saat Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DPRD Kota Tangerang Selatan melakukan inspeksi lapangan pada Selasa (21/4/2026). Inspeksi tersebut bertujuan untuk menelaah penataan ruang dan upaya pengendalian banjir di wilayah tersebut.

Pantauan di lokasi, yang berada di seberang Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) dan berdekatan dengan kafe Rumah Go’A, menunjukkan bahwa air kali tampak tenang dan tidak mengalir deras. Di beberapa titik, bahkan terlihat seperti tidak ada arus sama sekali. Meskipun tidak mengeluarkan bau yang menyengat, warna air kali tersebut berubah menjadi menghitam.

Dugaan Pengalihan Aliran Sungai

Ketua Pansus, Ahmad Syawqi, menyatakan ada indikasi perubahan pada aliran Kali Ciputat yang seharusnya melewati area yang kini menjadi lokasi Mal Bintaro Xchange. Ia menyebutkan bahwa aliran tersebut justru berbelok.

“Kemarin kita temukan ada perubahan aliran sungai di badan sungai di Pondok Aren,” ujar Syawqi saat dihubungi Kompas.com melalui WhatsApp, Kamis (23/4/2026).

Penyusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa aliran kali tersebut berbelok ke arah Stasiun Jurangmangu dan mengarah ke wilayah Pondok Aren. Padahal, menurut Syawqi, aliran sungai seharusnya menuju kawasan yang kini ditempati oleh Mal Bintaro Xchange.

Potensi Peningkatan Risiko Banjir

Perubahan aliran Kali Ciputat ini diduga dapat meningkatkan risiko banjir di wilayah utara Pondok Aren, termasuk kawasan Maharta yang kerap terendam banjir saat curah hujan tinggi.

“Itu kan Maharta dan sekitarnya kan banjir juga. Itu kan efeknya ke utara Pondok Aren situ, karena kan itu alirannya Kali Ciputat,” kata Syawqi.

Syawqi menjelaskan bahwa Kali Ciputat memiliki dua jalur aliran. Namun, setelah diduga terjadi peralihan fungsi, salah satu aliran tersebut menjadi mati. Kondisi ini diperkirakan menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir.

“Efeknya kan udah pasti kebayang, namanya aliran sungai dan itu kan debitnya juga pasti tinggi kalau curah hujan tinggi,” jelasnya.

Advertisement

Rapat Dengar Pendapat dengan Pengembang

Menyikapi temuan ini, Pansus DPRD Tangerang Selatan memanggil tiga perwakilan dari PT Jaya Real Property (JRP) untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Tangsel pada Rabu (22/4/2026). Dalam rapat tersebut, Pansus meminta dokumen terkait penyerahan aset, termasuk luasan lahan pengganti yang diklaim mencapai sekitar 35.000 meter persegi.

“Kita minta dokumen sertifikasi aset yang telah diserahkan. Karena ini kejadian sejak 2011, harusnya sudah selesai,” ujar Syawqi.

Namun, hingga berita ini ditulis, dokumen tersebut belum diserahkan kepada Pansus dan masih dalam proses pengumpulan oleh pihak pengembang. Pembahasan masih berlanjut dan belum ada keputusan final.

Pansus masih menunggu kelengkapan dokumen dari pihak JRP sebelum melanjutkan pembahasan lanjutan yang dijadwalkan pada 28 April 2026.

Respons Pihak Pengembang

Menanggapi hal tersebut, pihak pengembang menyatakan akan bersikap kooperatif dan siap melengkapi dokumen yang diminta oleh DPRD.

“Untuk tahapan selanjutnya kita menunggu, tapi pihak JRP bakal kooperatif sekali,” ujar manajemen bidang perencanaan PT Jaya Real Property Tbk (JRP), Virona Pinem, secara singkat.

Sebelumnya, Pansus Raperda RTRW DPRD Kota Tangerang Selatan telah memanggil pihak pengembang di Bintaro untuk mendalami dugaan tidak berfungsinya aliran Kali Ciputat. Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut dari inspeksi lapangan yang dilakukan sehari sebelumnya.

“Ini bagian dari koordinasi atas temuan di lapangan kemarin. Kita ingin memastikan kondisi aliran sungai dan kesesuaian dengan aturan yang berlaku,” ujar Syawqi usai rapat, Rabu, dikutip dari TribunBanten.com.

Dalam rapat tersebut, terdapat sejumlah perbedaan pandangan antara DPRD dan pihak pengembang, terutama terkait kondisi aliran Kali Ciputat di kawasan yang menjadi objek peninjauan.

Advertisement