Akses.co.id — CIMAHI, KOMPAS.com – Ratusan calon jemaah haji asal Kota Cimahi diberangkatkan menuju Embarkasi Kertajati pada Minggu (26/4/2026), diiringi isak tangis keluarga yang melepas kepergian mereka. Setelah menanti belasan tahun, para jemaah akhirnya menunaikan ibadah rukun Islam kelima, meninggalkan orang-orang terkasih dengan pelukan erat dan doa tak berkesudahan.
Sebanyak 441 calon jemaah haji tergabung dalam kloter 7, yang bertolak dari Gedung S. Parman, Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) Cimahi. Perjalanan mereka dilanjutkan menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sebelum akhirnya terbang ke Arab Saudi.
Suasana haru menyelimuti sejak pagi. Di dalam gedung, para calon jemaah, yang didominasi oleh lansia, duduk tenang menanti panggilan. Sementara di luar, keluarga yang mengantar tak beranjak, menunggu momen perpisahan yang berat untuk dilalui.
Berangkat Haji dengan Selimut Duka di Bangku Sang Ayah
Di antara rombongan tersebut, Alifiya Nur Syabani (20), seorang mahasiswi semester 4 asal Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, menarik perhatian. Ia tercatat sebagai calon jemaah haji termuda di Cimahi, namun berangkat dengan hati yang dirundung duka.
Alifiya harus menggantikan mendiang sang ayah yang telah berpulang hampir dua tahun lalu. Bangku yang seharusnya diduduki sang ayah kini ditempati olehnya, membawa makna ganda dalam perjalanan spiritual ini.
“Alhamdulillah bisa menemani ibu berangkat haji, kebetulan saya menggantikan ayah yang meninggal tahun 2024 kemarin,” ujar Alifiya saat ditemui.
Bagi Alifiya, perjalanan haji bukan sekadar ibadah, melainkan juga sebuah perjalanan batin yang mendalam. Ia menyimpan rasa kehilangan di tengah kebahagiaan, mengingat kedua orang tuanya telah menantikan keberangkatan ini sejak tahun 2014.
“Mama sama ayah saya daftar dari tahun 2014, qadarullah meninggal sebelum berangkat. Pastinya perasaan saya campur aduk ya, enggak nyangka banget bisa berangkat haji sama mama tapi ayah saya meninggal,” tuturnya dengan nada pilu.
Jauh-jauh hari, Alifiya mengaku telah mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun mental. Ia berolahraga ringan dan melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kesiapan menghadapi rangkaian ibadah haji.
“Persiapan ya olahraga ringan, terus cek kesehatan. Kita enggak tahu kan medan di sana seperti apa, pokoknya ikuti arahan petugas selama ibadah di sana,” jelas Alifiya.
Dilepas Langsung oleh Wali Kota
Rombongan calon jemaah haji kloter 7 diberangkatkan menuju Embarkasi Kertajati menggunakan 11 unit bus. Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, secara langsung melepas keberangkatan mereka.
“Hari ini Pemerintah Kota Cimahi melepas keberangkatan kloter 7, berisi 441 calon jemaah haji menuju Embarkasi Kertajati dengan kuota keseluruhan 575 calhaj. Sisanya akan diberangkatkan tanggal 7 Mei mendatang,” kata Ngatiyana.
Ngatiyana berpesan kepada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk memberikan pelayanan terbaik, terutama bagi jemaah lanjut usia yang membutuhkan perhatian khusus.
“Silakan untuk teman-teman PPIH, layani calhaj kita sebaik mungkin. Semoga mereka yang berangkat ke tanah suci, selamat dan lancar ibadahnya. Kemudian kembali lagi ke Cimahi dalam keadaan selamat dan utuh,” tandasnya.
Ikuti Akses.co.id
