Akses.co.id — KUPANG, KOMPAS.com – Warga Desa Mandeu, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini dapat menikmati akses jalan yang mulus setelah proyek pembangunan sepanjang 4 kilometer melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) rampung dikerjakan. Pembangunan ini menjadi angin segar bagi masyarakat di wilayah perbatasan RI-Timor Leste yang sebelumnya menghadapi kesulitan mobilitas akibat kondisi jalan yang rusak.
Proyek yang merupakan bagian dari IJD tahun anggaran 2025 ini dilaksanakan oleh Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) NTT, di bawah naungan Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dengan nilai kontrak mencapai Rp 17.007.916.000, pengerjaan diserahkan kepada PT Timor Indah Permai (TIP), dengan dukungan peralatan dari PT Sinar Karya Mandiri (SKM).
Dampak Positif bagi Aktivitas Warga
Perubahan signifikan dirasakan langsung oleh warga Desa Mandeu. Loris Lay, salah seorang warga, mengungkapkan rasa syukurnya atas selesainya pembangunan jalan tersebut. Ia menceritakan kondisi jalan sebelumnya yang sangat memprihatinkan.
“Kami sangat berterima kasih kepada BPJN NTT dan pihak kontraktor yang telah membangun jalan ini. Dulu jalannya rusak parah, sekarang sudah mulus dan sangat membantu kami,” ujar Loris kepada Kompas.com, Jumat (24/4/2026).
Menurut Loris, perbaikan jalan ini berdampak besar pada mobilitas sehari-hari. Pengantaran anak ke sekolah menjadi lebih lancar. Jika sebelumnya perjalanan menuju Halilulik, ibu kota kecamatan, memakan waktu 15 hingga 20 menit, kini hanya memerlukan sekitar lima menit. Hal ini juga memudahkan warga untuk beribadah.
“Sekarang anak-anak tidak lagi terlambat ke sekolah. Kami juga lebih mudah ke gereja, karena dulu kendaraan kecil sulit melintas akibat jalan berlubang besar,” tambahnya.
Lorens, warga lainnya, turut menyampaikan apresiasinya. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya jalan berkualitas baik tersebut, terutama dalam mendistribusikan hasil pertanian ke pusat kota untuk dipasarkan.
“Kalau bisa, pemerintah memberikan apresiasi kepada pihak balai dan kontraktor karena sudah menghadirkan jalan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
“Sekarang kalau ke pasar sudah bisa ditempuh dengan cepat setelah jalan ini dibangun dengan mulus,” ujar Lorens.
Harapan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Meskipun gembira dengan pembangunan yang telah ada, warga Desa Mandeu memiliki harapan agar pemerintah terus melanjutkan upaya perbaikan infrastruktur. Loris berharap pembangunan jalan dapat diperluas ke arah Malaka, yang menurutnya masih memiliki sekitar 20 kilometer jalan yang rusak, termasuk jalur menuju Teun yang belum tersentuh perbaikan.
Lorens juga menekankan pentingnya menjaga kualitas jalan yang sudah dibangun agar awet dan dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Ia berharap program serupa dapat menjangkau wilayah lain yang masih membutuhkan.
Pembangunan jalan di Desa Mandeu ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah perbatasan.
Ikuti Akses.co.id
