Akses.co.id — Seorang pria yang mengaku sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan menipu seorang pedagang telur di Sumedang, Jawa Barat, akhirnya berhasil diringkus aparat kepolisian. Pelaku ditangkap di wilayah Kota Cimahi setelah aksi penipuannya yang mengakibatkan kerugian ratusan kilogram telur menjadi viral di media sosial.
Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopiansah, membenarkan penangkapan tersebut. “Sudah ditangkap di Cimahi. Nanti Senin (27/4/2026) kita ekspose,” ujar Tanwin melalui pesan singkat WhatsApp pada Sabtu (25/4/2026). Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif pelaku serta kemungkinan adanya korban lain di daerah lain, mengingat pelaku dilaporkan pernah melakukan aksi serupa di Kabupaten Bandung.
Kronologi Penipuan Ratusan Kilogram Telur
Peristiwa penipuan yang dialami pedagang telur di Kecamatan Pamulihan, Sumedang, terjadi pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Pelaku mendatangi korban dengan mengenakan seragam atribut TNI lengkap. Ia mengaku sebagai personel Kodam III/Siliwangi untuk meyakinkan korbannya.
Pelaku memesan telur sebanyak 250 kilogram dengan total nilai transaksi mencapai Rp 7.290.000. Untuk meyakinkan korban, pelaku berjanji akan segera melakukan pembayaran melalui transfer bank setelah barang tiba di kantor Kecamatan Pamulihan. Namun, setibanya di lokasi, pelaku meminta telur tersebut dipindahkan ke mobil pribadinya, sebuah Honda CR-V putih dengan nomor polisi F 1147 QL. Pelat nomor mobil tersebut diduga palsu.
Pelaku kemudian mengelabui korban dengan memintanya pergi ke Bank BRI Unit Cimanggung. Ia beralasan bahwa istrinya yang bernama “Bu Ida” bekerja di bank tersebut dan akan menyerahkan uang pembayaran. Sesampainya di bank, korban diberitahu bahwa tidak ada pegawai bernama “Bu Ida”. Saat itulah korban menyadari telah menjadi korban penipuan, sementara pelaku sudah melarikan diri bersama muatan telur.
TNI Pastikan Pelaku Gadungan
Komandan Kodim (Dandim) 0610/Sumedang, Letkol Arh Kusuma Ardianto, menegaskan bahwa pelaku penipuan tersebut bukanlah anggota TNI aktif. “Kami pastikan yang bersangkutan adalah TNI gadungan,” tegas Ardianto.
Ardianto mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap aktivitas mencurigakan yang mengatasnamakan institusi TNI, terutama dalam transaksi jual beli. “Jika ada gerak-gerik yang mencurigakan, terlebih itu mengatasnamakan TNI, segera laporkan ke Koramil atau Polsek terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti aparat terkait,” tambahnya.
Ikuti Akses.co.id
