Akses.co.id — PEKANBARU, Riau – Sistem buka-tutup lalu lintas diterapkan di Jalan Lintas Timur Sumatera, Kabupaten Pelalawan, Riau, menyusul adanya perbaikan jalan yang sedang berlangsung sejak Februari lalu. Kebijakan ini diberlakukan untuk mengantisipasi kemacetan parah di salah satu jalur logistik utama di Pulau Sumatera.
Direktur Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau, Kombes Jeki Rahmat Mustika, menjelaskan bahwa petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pelalawan telah dikerahkan ke lokasi untuk mengatur arus kendaraan. “Petugas melakukan sistem buka tutup untuk mencegah kemacetan. Kemudian petugas juga melakukan pengaturan agar arus lalu lintas berjalan lancar,” ujar Jeki kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (24/6/2026).
Pengaturan lalu lintas buka-tutup ini difokuskan pada ruas jalan kilometer 76 hingga kilometer 83. Tim Ditlantas Polda Riau juga telah turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi jalan tetap aman dan layak dilalui oleh masyarakat. Pengecekan meliputi kondisi fisik jalan, kelengkapan rambu-rambu lalu lintas, serta sistem pengamanan di sekitar area proyek perbaikan.
Lebih lanjut, Jeki mengimbau seluruh pengendara untuk mematuhi arahan petugas di lapangan. “Kami meminta, kepada seluruh pengendara di ruas jalan yang sedang dilakukan perbaikan, agar selalu mematuhi arahan petugas di lapangan. Jangan mengambil jalur berlawanan atau mendahului antrean kendaraan. Karena hal tersebut justru dapat menimbulkan kemacetan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas,” tegasnya.
Perbaikan Jalan Lintas Sumatera Capai 2-3 Kilometer
Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Pelalawan, AKP Tatit Rizkyan Hanafi, menambahkan bahwa anggota Polantas disiagakan selama 24 jam penuh di lokasi perbaikan. Hal ini mengingat vitalnya peran jalan lintas ini sebagai jalur tulang punggung logistik serta akses utama pergerakan orang dan kendaraan di Pulau Sumatera.
Tatit merinci bahwa perbaikan jalan yang rusak ini mencakup total panjang 9 kilometer. Hingga kini, sekitar 2 hingga 3 kilometer di antaranya telah dikerjakan, namun belum mencapai penyelesaian 100 persen. “Perbaikan jalan sepanjang 9 kilometer. Yang sudah dikerjakan 2 sampai 3 kilometer, tapi belum 100 persen,” ungkap Tatit.
Secara teknis, sistem buka-tutup arus lalu lintas diberlakukan bergantian setiap 30 menit untuk kedua arah. Tatit menjelaskan, durasi buka-tutup dapat menyesuaikan kondisi. “Kalau arus lalu lintas sedang sepi bisa lebih cepat. Kalau lagi padat, itu paling lama 30 menit,” jelasnya.
Untuk mengurangi kepadatan, petugas juga melakukan pengalihan arus lalu lintas. Kendaraan dari arah Sorek menuju Pangkalan Kerinci di Pelalawan dialihkan melalui Jalan Lingkar sebelum melewati kilometer 74, 75, dan 76. Skema serupa berlaku sebaliknya. Pengalihan ini dilakukan karena ruas kilometer 74 dan 75 masih dalam tahap perbaikan dan belum optimal untuk dilalui kendaraan dalam jumlah besar.
Meskipun perbaikan jalan menimbulkan debu, pihak pekerja telah melakukan penyiraman secara berkala untuk meminimalkan dampak tersebut.
Ikuti Akses.co.id
