Akses.co.id — Jantung Kota Semarang akan menjadi saksi perayaan keberagaman melalui Karnaval Seni Budaya Lintas Agama Pawai Ogoh-Ogoh yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 26 April 2026. Untuk memastikan kelancaran acara akbar ini, Pemerintah Kota Semarang telah menyiapkan rekayasa lalu lintas yang komprehensif, termasuk penutupan dan pengalihan arus di sejumlah jalur protokol yang akan dimulai secara bertahap sejak pukul 13.00 WIB.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menekankan bahwa sterilisasi jalur merupakan prioritas utama mengingat panjangnya iring-iringan defile yang akan memeriahkan acara. Rute pawai sendiri telah ditetapkan akan dimulai dari Balai Kota Semarang dan berakhir di pusat keramaian, Simpang Lima.
“Karena rutenya melalui jantung kota, yaitu dari Balai Kota menuju Simpang Lima, maka sterilisasi jalur protokol menjadi prioritas,” ujar Agustina, Jumat (24/4/2026).
Skema Penyekatan dan Jalur Alternatif
Rekayasa lalu lintas akan dimulai dengan penyekatan arus kendaraan dari sisi utara, yakni di Simpang Eka Karya dan Bundaran Hotel Siliwangi. Kendaraan yang seharusnya menuju Tugu Muda akan dialihkan ke jalur lain. Demikian pula, pengendara yang datang dari arah Jalan Thamrin (KFC) dan Fatima Zahra akan diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif guna mencegah penumpukan kendaraan di koridor Jalan Pandanaran.
Titik-titik krusial lainnya yang akan menerapkan penyekatan meliputi Simpang Pandanaran 1 dan akses masuk ke kawasan Simpang Lima. Agustina menambahkan bahwa petugas telah memetakan secara cermat titik-titik penyekatan tersebut untuk memastikan arus kendaraan tetap mengalir meskipun rute utama ditutup total.
“Khusus pengendara dari arah selatan (Polda Jateng), arus di Bundaran Air Mancur Pahlawan akan diarahkan untuk memutar demi menjaga sterilisasi kawasan Lapangan Pancasila,” terangnya lebih lanjut.
Lokasi Kantong Parkir Resmi
Guna menjamin kelancaran pergerakan pawai dan kenyamanan pengunjung, Pemerintah Kota Semarang secara tegas melarang kendaraan diparkir di bahu jalan sepanjang rute acara. Sebagai solusinya, beberapa kantong parkir resmi telah disediakan di lokasi-lokasi strategis:
- Area Start: DP Mall dan Gedung Parkir Balai Kota.
- Area Tengah: SMA 3 Semarang dan Museum Mandala Bhakti.
- Area Finish: Ex Gama Plaza dan lahan parkir di belakang Masjid Baiturrahman.
Pawai Ogoh-Ogoh tahun ini mengusung tema “Memayu Hayuning Bhawono”, yang merefleksikan semangat perayaan keberagaman di Kota Semarang, sekaligus menjadi wujud syukuran atas predikat kota paling toleran peringkat ketiga di Indonesia. Rangkaian acara akan ditutup dengan pementasan Sendratari Legenda Rawa Pening di area Simpang Lima.
“Mari ajak keluarga menyaksikan kemeriahan ini. Mari kita rayakan toleransi di Kota Semarang dengan tetap menjaga ketertiban serta kebersihan selama acara berlangsung,” ajak Agustina, berharap masyarakat dapat turut serta dalam perayaan ini dengan penuh tanggung jawab.
Ikuti Akses.co.id
