— Washington D.C. – Suasana tegang menyelimuti acara White House Correspondents’ Dinner di Washington D.C. ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance harus dievakuasi mendadak akibat insiden penembakan yang terjadi di sekitar lokasi acara pada Minggu (24/4/2026). Insiden ini memicu kekhawatiran dan sempat menghentikan jalannya acara kenegaraan tersebut.

Menurut laporan Bloomberg, seorang saksi mata di lokasi kejadian mengaku sempat mendengar teriakan petugas keamanan di koridor sebelum situasi memanas dan disusul dengan suara tembakan. United States Secret Service segera bertindak cepat mengamankan situasi dan memastikan terduga pelaku telah ditangkap.

Presiden Trump kemudian menyampaikan pernyataannya melalui platform Truth Social. “Pelaku penembakan telah ditangkap, dan saya telah merekomendasikan agar kita ‘BIARKAN PERTUNJUKAN BERLANJUT’ tetapi, akan sepenuhnya dipandu oleh penegak hukum,” ujar Trump. Ia menambahkan, “Terlepas dari keputusan itu, malam itu akan jauh berbeda dari yang direncanakan, dan kita harus mengulanginya lagi.”

Kepanikan dan Kebingungan di Ruangan

Suasana di dalam ruangan acara sempat diliputi kebingungan di kalangan para jurnalis. Mereka menerima instruksi yang simpang siur mengenai apakah harus tetap bertahan di tempat atau segera melakukan evakuasi. Sebagian besar tamu memutuskan untuk tetap berada di lokasi, meskipun simbol kepresidenan yang terpasang di podium telah diturunkan.

Jurnalis senior CNN, Wolf Blitzer, mengaku menyaksikan langsung pelaku yang membawa senjata api. “Saya memang melihat pelaku penembakan tergeletak di tanah setelah dia mulai menembak,” kata Blitzer. Ia menambahkan, “Petugas polisi menjatuhkannya ke tanah.”

Keributan yang terjadi tepat saat para tamu mulai menikmati santap malam tersebut seketika mengubah suasana menjadi tegang. Para jurnalis menunggu kepastian mengenai perkembangan situasi di luar ruangan.

Suara Tembakan Bergema Puluhan Kali

Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Jamie Raskin, menceritakan pengalamannya mengalami kepanikan, meskipun ia tidak melihat langsung pelaku penembakan. “Saya pikir seorang agen Secret Service melemparkan saya ke tanah dan menindih beberapa orang lain, dan orang-orang berteriak-teriak,” ujarnya.

Raskin juga mendengar suara keras yang kemudian diyakini sebagai tembakan. “Saya mendengar beberapa suara keras, tetapi saya tidak tahu apakah itu reaksi orang-orang atau sesuatu dari luar, sulit untuk mengetahuinya, tetapi orang-orang dengan cepat mengatakan itu adalah tembakan, itu adalah suara tembakan,” tambahnya.

Sementara itu, John Lambert, presiden Boat Evolution Inc., menyaksikan seorang pria berlari melewati petugas keamanan menuju tangga ruang dansa sebelum akhirnya dikejar. Ia menyebutkan terdengar rentetan tembakan hingga sekitar 20 kali yang diarahkan ke pria tersebut. Dalam kondisi mencekam itu, Lambert segera diarahkan untuk berlindung ke kamar mandi.