— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Manggarai Barat mengeluarkan peringatan potensi abu vulkanik Gunung Lewotobi di Flores Timur menyebar hingga ke wilayah Labuan Bajo. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan di area tersebut.

Kepala BMKG Manggarai Barat, Maria Patricia Christin Seran, menjelaskan bahwa sebaran abu vulkanik berpotensi mencapai Labuan Bajo apabila letusan Gunung Lewotobi semakin tinggi dan bersifat eksplosif. Angin yang dominan bertiup dari timur ke barat, baik di permukaan maupun lapisan atas, menjadi faktor penentu arah sebaran abu.

“Ada peluang menuju Labuan Bajo jika erupsi semakin tinggi dan eksplosif, karena angin di permukaan dan lapisan atas dominan bertiup dari timur ke barat,” ujar Maria, Jumat (24/4/2026).

Pergerakan Abu Vulkanik

Informasi dari Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin menunjukkan bahwa abu vulkanik terpantau bergerak ke arah barat laut. Pada pukul 04.20 Wita, abu vulkanik dilaporkan berada di ketinggian 11.000 kaki dengan kecepatan angin sekitar 10 knot.

Maria menambahkan bahwa potensi abu mencapai Labuan Bajo sangat dipengaruhi oleh ketinggian kolom abu yang dihasilkan dari letusan dan kecepatan angin. Erupsi yang lebih besar di Gunung Lewotobi juga berpotensi memperluas jangkauan sebaran abu.

“Oleh karena itu, pemantauan aktivitas gunung api, arah angin, serta informasi VA Advisory dan SIGMET perlu terus dilakukan,” katanya.

Ancaman bagi Dunia Penerbangan

Meskipun diperkirakan hujan akan turun dalam beberapa hari ke depan yang berpotensi membantu pengendapan abu, risiko terhadap penerbangan tetap menjadi perhatian utama. Abu vulkanik yang melayang di udara dapat menimbulkan bahaya serius bagi performa mesin pesawat, sistem pesawat, serta mengurangi jarak pandang pilot.

“Yang dikhawatirkan adalah abu yang melayang di udara karena dapat membahayakan performa mesin pesawat, sistem pesawat, serta jarak pandang,” ungkap Maria.