— Sirkuit Nasional (Sirnas) Padel Open 2026 Seri II di Semarang mencetak sejarah baru dengan partisipasi lebih dari 800 atlet dari 20 provinsi, menjadikannya ajang padel terbesar sepanjang sejarah di Indonesia. Kompetisi ini tidak hanya memperebutkan peringkat nasional, tetapi juga menjadi ajang seleksi atlet potensial untuk tim nasional.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyambut baik kepercayaan Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) yang menunjuk kotanya sebagai tuan rumah. Ia menekankan dampak positif kehadiran para atlet terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

“Ini menjadi berkah bagi Kota Semarang. Ada sekitar 800 atlet yang datang, dan satu atlet bisa membawa lima hingga enam anggota keluarga. Hotel penuh, restoran ramai. Inilah bentuk nyata sport tourism yang terus kami kembangkan,” ujar Agustina di Semarang, Sabtu (15/6/2024).

Agustina menambahkan, tingginya partisipasi peserta dari berbagai daerah, termasuk dari Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan, menunjukkan daya tarik Semarang sebagai tuan rumah kompetisi olahraga berskala nasional. Pemerintah Kota Semarang pun berkomitmen untuk terus menggelar lebih banyak ajang olahraga demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Perkembangan Padel Nasional

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Sentra Pembinaan Olahragawan Muda (SPOM) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Usman Ali Mustofa, mengonfirmasi bahwa seri Semarang merupakan penyelenggaraan terbesar dibandingkan enam seri sebelumnya.

“Kami menginstruksikan delegasi dari 20 provinsi untuk mengirimkan atlet terbaiknya. Hasil Sirnas ini akan masuk dalam daftar panjang (long list) untuk seleksi nasional dan pemusatan latihan nasional (pelatnas),” jelas Usman.

Usman juga mengungkapkan bahwa ajang ini merupakan bagian integral dari persiapan Indonesia menghadapi berbagai agenda internasional. Mulai dari eksibisi pekan olahraga provinsi (porprov), kualifikasi Piala Dunia, hingga menjadi tuan rumah kejuaraan Asia Cup Junior.

Capaian ini semakin memperkuat posisi Semarang sebagai salah satu pusat perkembangan olahraga modern di Indonesia. Agustina menegaskan komitmen Pemerintah Kota Semarang untuk terus mendukung ekosistem olahraga yang inklusif dan memberikan dampak luas.

“Kami berharap masyarakat semakin mencintai padel. Selain untuk prestasi, olahraga ini juga menjadi ruang kebersamaan. Pemkot Semarang akan terus mendukung kegiatan yang menggerakkan olahraga sekaligus ekonomi warga,” pungkasnya.