— Jawa Tengah kembali diguncang serangkaian kecelakaan tragis di jalur kereta api dalam sepekan terakhir, merenggut delapan nyawa. Peristiwa memilukan ini terjadi secara berturut-turut sejak Sabtu (25/4/2026) hingga Jumat (1/5/2026), melibatkan warga yang berada di sekitar rel maupun kendaraan yang melintas di perlintasan resmi maupun tidak resmi. Insiden tersebut tersebar di berbagai daerah, mulai dari Klaten, Sragen, Batang, Cilacap, hingga Grobogan.

Dalam rentang waktu tersebut, total delapan orang dilaporkan meninggal dunia akibat rangkaian kecelakaan yang melibatkan kereta api.

ODGJ Tewas Tertabrak Kereta Api di Klaten

Di Klaten, Sabtu (25/4/2026) dini hari, seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) menjadi korban tabrak Kereta Api (KA) Parcel Selatan. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 00.53 WIB di Jalur KA KM 122+2 Gawok-Delanggu, Dukuh Jetis, Kecamatan Wonosari. Saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan korban terpental hingga sepuluh meter setelah tertabrak.

Kasi Humas Polres Klaten, AKP Suwoto, menjelaskan bahwa lokasi kejadian bukan merupakan bidang perlintasan resmi yang dijaga petugas. “Korban dimungkinkan mau menyeberang dan kurang hati-hati sehingga tidak mendengar atau mengetahui ketika kereta api melintas,” ujar Suwoto kepada Kompas.com, Rabu (29/4/2026). Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat.

Anak 12 Tahun Meninggal Akibat Tabrak Kereta di Sragen

Pada hari yang sama, Sragen menjadi saksi bisu insiden nahas yang merenggut nyawa seorang anak berusia 12 tahun. Korban tertabrak KA Joglosemarkerto saat hendak menuntun sepedanya melintasi rel sekitar pukul 16.15 WIB. Jarak yang terlalu dekat dengan kereta api membuat korban tidak sempat menghindar.

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, mengonfirmasi bahwa korban dibawa ke RSU Assalam Gemolong untuk pemeriksaan. “Kondisi (korban) ditemukan luka sobek di bagian muka korban, tempurung kepala pecah, lecet kaki di sebelah kanan,” ungkapnya, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (25/4/2026).

Dua Warga Meninggal di Batang dan Cilacap

Kecelakaan serupa terjadi di Batang pada Senin (27/4/2026). Seorang pria tewas di lokasi setelah tertabrak KA Blambangan Express saat menyeberang rel. Jenazah korban kemudian dievakuasi untuk proses identifikasi.

Sementara itu, di Cilacap, Selasa (28/4/2026), seorang perempuan berusia 44 tahun menjadi korban tabrak KA Logawa. Diduga korban tidak menyadari kehadiran kereta api saat berjalan di jalur rel. “Diduga karena kurang hati-hatinya korban berjalan melalui rel kereta api dan tidak mengetahui saat bersamaan datang Kereta Api Logawa dari arah selatan hingga tertabrak dan tubuhnya terseret sejauh LK 300 meter,” tutur Kasi Humas Polres Cilacap, Ipda Galih Secahyo, kepada Kompas.com, Rabu (29/4/2026). Petugas menemukan bagian tubuh korban di rel kereta dalam kondisi tidak bernyawa.

KA Argo Bromo Anggrek Tabrak Mobil di Grobogan, Empat Tewas

Insiden paling baru terjadi di Grobogan pada Jumat (1/5/2026) dini hari. Kereta Api Argo Bromo Anggrek menabrak sebuah mobil yang membawa rombongan pengantar jemaah haji di perlintasan tanpa palang pintu. Kecelakaan ini merenggut empat nyawa dan melukai lima orang lainnya.

“Dari sembilan penumpang, empat meninggal dunia, tiga rawat jalan, dan dua dirawat di RSUD R Soejati. Masih didalami,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan, AKP Kumala Enggar Anjarani, dikutip dari Kompas.com, Jumat (1/5/2026).