Jerawat tidak hanya menyerang wajah, tetapi juga bisa muncul di area punggung. Kondisi yang dikenal dengan istilah “bacne” ini, meskipun tidak selalu terlihat, kerap kali mengganggu dan sulit diatasi karena mekanisme dasarnya yang mirip dengan jerawat wajah: pori-pori tersumbat oleh minyak, keringat, sel kulit mati, dan bakteri.
Dermatolog Howard Sobel menjelaskan bahwa jerawat dapat muncul di area tubuh mana pun yang memiliki kelenjar minyak dan keringat. “Kondisi ini terjadi ketika keringat, minyak, bakteri, sel kulit mati, dan kotoran terperangkap dalam folikel rambut dan menyumbat pori-pori,” ujarnya, seperti dikutip dari Real Simple, Kamis (23/4/2026).
Namun, ada sejumlah kebiasaan sehari-hari yang sering kali tidak disadari menjadi pemicu munculnya jerawat punggung. Berikut adalah beberapa di antaranya:
7 Kebiasaan yang Tanpa Disadari Memicu Jerawat Punggung
1. Terlalu Lama Memakai Pakaian Berkeringat
Menunda mandi atau mengganti pakaian setelah berolahraga atau beraktivitas berat dapat memperparah jerawat punggung. Keringat yang bercampur dengan bakteri dan sel kulit mati berpotensi menyumbat pori-pori. Selain itu, lingkungan lembap dari pakaian basah menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.
“Berolahraga dan berkeringat saja tidak langsung menyebabkan jerawat, tetapi tetap memakai pakaian kotor setelahnya bisa menjadi pemicu karena pori-pori tersumbat,” kata Sobel.
2. Sisa Produk Rambut Menempel di Kulit
Shampo dan kondisioner umumnya mengandung bahan yang bersifat oklusif, atau dapat menyumbat pori-pori. Jika tidak dibilas hingga bersih, residu produk ini bisa tertinggal di punggung. Kondisioner, yang dirancang untuk melembapkan rambut dengan tekstur berat, sangat berpotensi memicu jerawat jika tidak terbilas sempurna dari kulit.
Solusinya adalah memastikan tubuh dibilas dengan baik setelah keramas untuk menghilangkan sisa produk.
3. Handuk Lembap yang Jarang Diganti
Handuk yang lembap dan jarang dikeringkan dengan baik dapat menjadi sarang bakteri dan jamur. Kebiasaan ini tanpa disadari dapat memperburuk kondisi kulit.
“Handuk yang lembab dapat menyimpan mikroorganisme, mulai dari jamur hingga bakteri, terutama jika tidak dikeringkan dengan sirkulasi udara yang baik,” ujar dermatolog Hal Weitzbuch. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan handuk yang bersih dan benar-benar kering setiap kali mandi.
4. Eksfoliasi Berlebihan yang Merusak Kulit
Banyak yang beranggapan bahwa menggosok kulit secara keras dapat mempercepat penyembuhan jerawat. Namun, tindakan ini justru dapat memperparah kondisi kulit.
Eksfoliasi yang berlebihan dapat merusak lapisan pelindung kulit, yang kemudian memicu kulit untuk memproduksi lebih banyak minyak sebagai respons. “Eksfoliasi yang terlalu agresif dapat menyebabkan peradangan dan merusak pelindung alami kulit, yang justru memicu produksi minyak berlebih,” terang Sobel.
5. Gesekan dari Pakaian dan Aksesori
Pakaian yang terlalu ketat, penggunaan tas ransel, atau bahkan perlengkapan olahraga dapat menyebabkan gesekan berulang di area punggung. Dermatolog Rebecca Marcus menyebut kondisi ini sebagai acne mechanica, yaitu jerawat yang timbul akibat iritasi dari gesekan yang terus-menerus.
Gesekan ini dapat memicu peradangan dan menyumbat pori-pori, terutama ketika kulit dalam kondisi berkeringat.
6. Jarang Mengganti Sprei
Sprei yang jarang diganti dapat menjadi tempat berkumpulnya kotoran, minyak, dan sel kulit mati. Saat tidur, seluruh kotoran tersebut dapat berpindah ke kulit punggung. Kondisi ini sering kali luput dari perhatian, padahal berkontribusi signifikan terhadap munculnya jerawat punggung.
Para ahli menyarankan untuk mengganti seprai setidaknya seminggu sekali demi menjaga kebersihan kulit.
7. Ketidakseimbangan Hormon dan Stres
Selain faktor eksternal, jerawat punggung juga bisa dipicu oleh kondisi internal seperti ketidakseimbangan hormon dan stres. Hormon androgen, contohnya testosteron, dapat meningkatkan produksi minyak pada kulit. Sementara itu, stres dapat memicu pelepasan hormon kortisol yang berpotensi memperparah peradangan.
Meskipun stres bukan penyebab utama, kondisi ini dapat memperburuk jerawat yang sudah ada. Jika jerawat punggung tidak kunjung membaik, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit guna mendapatkan penanganan yang tepat.






