Akses.co.id — Gatal yang menyerang di malam hari, terutama saat beranjak tidur, kerap kali mengganggu kualitas istirahat. Kondisi ini seringkali membuat penderitanya terbangun dan kesulitan untuk kembali terlelap. Meskipun banyak yang mengaitkannya semata-mata dengan kebersihan sprei atau tempat tidur, para ahli dermatologi mengungkapkan bahwa rasa gatal di malam hari dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi kulit, lingkungan, hingga kebiasaan sehari-hari.
Beberapa Penyebab Kulit Gatal di Malam Hari
Rasa gatal yang memuncak saat malam hari bukan hanya sekadar persepsi. Ada penjelasan medis di balik fenomena ini. Berikut adalah beberapa penyebab utama yang perlu diwaspadai:
1. Kondisi Kulit yang Sudah Ada Menjadi Lebih Parah
Masalah kulit yang sudah ada sebelumnya, seperti eksim, psoriasis, atau kulit kering kronis, cenderung mengalami perburukan di malam hari. Dokter kulit Supriya Rastogi menjelaskan bahwa kondisi ini berkaitan dengan hilangnya kelembapan alami kulit saat tidur.
“Kondisi seperti eksim dan psoriasis sering memburuk di malam hari ketika kulit secara alami kehilangan kelembapan,” jelas Rastogi, seperti dilansir PopSugar.
Kulit yang menjadi lebih kering di malam hari secara otomatis akan memicu sensasi gatal yang lebih intens. Bahkan, kulit kering biasa pun dapat menimbulkan rasa gatal yang mengganggu jika tidak mendapatkan perawatan yang memadai.
2. Peningkatan Suhu Tubuh
Suhu tubuh yang meningkat menjadi salah satu pemicu utama rasa gatal. Saraf yang sensitif terhadap suhu akan menjadi lebih aktif ketika tubuh terasa panas, sehingga memperkuat sensasi gatal yang dirasakan.
Dokter kulit Quynh-Giao Sartor menuturkan, “Sensasi gatal sebagian besar ditransmisikan oleh serabut saraf yang sensitif terhadap suhu. Peningkatan suhu akan menurunkan ambang rangsang reseptor gatal.”
Artinya, semakin hangat suhu tubuh atau lingkungan sekitar, semakin mudah seseorang merasakan gatal. Hal ini sering terjadi ketika seseorang menggunakan selimut tebal atau tidur di ruangan yang panas.
3. Sprei dan Pakaian Tidur yang Memicu Iritasi
Meski bukan satu-satunya biang keladi, sprei dan pakaian tidur tetap memegang peran penting. Pemilihan bahan yang kurang tepat, seperti wol atau fleece, dapat menimbulkan iritasi pada kulit.
Rastogi menambahkan bahwa bahan-bahan tersebut tidak hanya terasa kasar, tetapi juga dapat meningkatkan suhu kulit, yang berujung pada perburukan rasa gatal.
Selain itu, sprei yang jarang diganti dapat menjadi sarang debu, keringat, dan bakteri yang turut memicu iritasi kulit. Oleh karena itu, menjaga kebersihan tempat tidur menjadi langkah krusial dalam mencegah gatal.
4. Makanan dan Minuman Sebelum Tidur
Kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman tertentu sesaat sebelum tidur juga berpotensi memicu rasa gatal di malam hari. Rastogi menyebutkan bahwa konsumsi kafein, alkohol, atau makanan pedas dapat meningkatkan aliran darah ke kulit.
Peningkatan aliran darah ini membuat kulit terasa lebih hangat dan lebih rentan terhadap rasa gatal. Kondisi ini dapat memperparah sensasi gatal, terutama jika menjadi kebiasaan rutin sebelum tidur.
5. Perubahan Lingkungan
Faktor lingkungan turut memengaruhi munculnya gatal di malam hari. Udara yang lebih kering, terutama di ruangan ber-AC atau saat cuaca dingin, dapat mengurangi kadar kelembapan kulit.
“Perubahan lingkungan seperti kelembapan yang rendah dan udara kering dalam ruangan dapat membuat kulit kehilangan kelembapan dan terasa lebih gatal di malam hari,” ujar dokter kulit Brendan Camp.
Kondisi ini membuat kulit lebih rentan terhadap iritasi dan memperparah rasa gatal, terutama jika tidak diimbangi dengan perawatan kulit yang tepat.
6. Fokus Pikiran yang Meningkat pada Rasa Gatal
Selain faktor fisik, aspek psikologis juga memainkan peran. Pada malam hari, ketika aktivitas fisik berkurang dan tubuh mulai rileks, perhatian seseorang cenderung lebih terfokus pada sensasi tubuh, termasuk rasa gatal.
Hal ini membuat gatal terasa lebih intens dibandingkan pada siang hari, meskipun sebenarnya tingkat keparahannya mungkin tidak berubah. Dengan memahami berbagai penyebab ini, langkah pencegahan dan penanganan yang tepat dapat dilakukan, mulai dari menjaga kelembapan kulit hingga menghindari pemicu tertentu sebelum tidur. Jika rasa gatal terus berlanjut atau semakin parah, konsultasi dengan dokter kulit sangat disarankan.
Ikuti Akses.co.id
