Akses.co.id — MALANG, KOMPAS.com – Sebanyak lima calon jemaah haji asal Kota Malang terpaksa menunda atau membatalkan keberangkatannya pada musim haji tahun 2026. Rinciannya, tiga jemaah meninggal dunia dan dua lainnya mengalami sakit serius yang menghalangi mereka menunaikan ibadah.
Menurut Pelaksana Tugas Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Malang, Elis Mufida, pembatalan tersebut terjadi pada tahap akhir persiapan keberangkatan.
“Total ada lima yang batal berangkat. Tiga jemaah wafat, sedangkan dua lainnya harus menunda karena sakit, di antaranya mengalami stroke dan tidak sadarkan diri,” ujar Elis, Kamis (23/4/2026).
Elis menambahkan, beberapa calon jemaah yang batal berangkat tersebut sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit kronis. Namun, kondisi kesehatan mereka menurun drastis secara mendadak menjelang jadwal keberangkatan.
“Ada yang sebelumnya tidak ada riwayat sakit, tapi tiba-tiba drop, masuk rumah sakit, kemudian meninggal dunia,” jelasnya.
Kuota Tetap Terpenuhi Melalui Jemaah Cadangan
Meskipun ada pembatalan, kekosongan kuota akibat jemaah yang meninggal dunia segera terisi oleh jemaah cadangan. Hal ini memastikan jumlah total jemaah haji Kota Malang tetap sesuai kuota yang ditetapkan.
“Karena data pramanifes sudah disusun lebih awal, maka saat ada yang wafat, langsung digantikan oleh cadangan. Jadi kuota Kota Malang tetap 1.201 jemaah,” katanya.
Elis juga menekankan bahwa seluruh jemaah yang akan berangkat wajib menjalani pemeriksaan kesehatan ulang di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Tujuannya adalah untuk memastikan kesiapan fisik para jemaah sebelum diterbangkan.
“Sebelumnya sudah diperiksa, tapi di embarkasi tetap ada pemeriksaan lagi untuk memastikan jemaah benar-benar dalam kondisi sehat,” ujarnya.
Jadwal Keberangkatan dan Profil Jemaah
Untuk musim haji tahun ini, jemaah haji asal Kota Malang terbagi dalam tujuh kloter. Tiga kloter di antaranya, yaitu kloter 4, 10, dan 11, telah diberangkatkan.
Sementara itu, empat kloter lainnya, yakni kloter 12, 13, 14, dan 116, dijadwalkan akan diberangkatkan secara bertahap pada tanggal 24 April dan 20 Mei.
Pada hari pemberitaan ini, tercatat sebanyak 43 jemaah berangkat dalam kloter 10. Kloter 11, yang awalnya berjumlah 476 orang, mengalami pengurangan menjadi 475 jemaah akibat satu jemaah yang meninggal dunia.
Secara keseluruhan, Kota Malang memberangkatkan sekitar 1.201 jemaah yang tersebar dalam tujuh kloter. Jemaah tertua berusia 96 tahun, sementara jemaah termuda berusia 16 tahun.
“Untuk jemaah termuda ada dua orang, putra dan putri, usia 16 tahun. Sedangkan yang tertua 96 tahun,” pungkas Elis.
Pesan Wali Kota untuk Jemaah
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan imbauan kepada seluruh calon jemaah haji untuk mematuhi aturan yang berlaku, bersikap disiplin, menjaga ketertiban, dan saling menolong. Ia juga berharap para calon jemaah dapat menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji.
“Kami berpesan agar calon jemaah bisa patuh terhadap aturan para petugas, membawa nama baik Kota Malang dan semoga selamat sampai tujuan. Menjadi haji yang mambrur,” ujar Wahyu usai memberangkatkan calon jemaah haji.
Ikuti Akses.co.id
