— MAGETAN, KOMPAS.com – Kementerian Agama Kabupaten Magetan, Jawa Timur, memastikan kesiapan petugas dalam mendampingi calon jemaah haji (calhaj) yang memiliki riwayat hipertensi. Dari total 539 jemaah yang diberangkatkan tahun ini, sekitar 40 persen tercatat menderita tekanan darah tinggi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magetan, Ida Dwi Martini, menyatakan bahwa kondisi tersebut tidak menjadi hambatan bagi keberangkatan jemaah. Ia menegaskan bahwa seluruh calhaj telah melalui proses pengawasan kesehatan yang ketat dan dipastikan dalam kondisi sehat saat diberangkatkan.

“Rata-rata jemaah haji Kabupaten Magetan itu 40 persen hipertensi, tetapi dalam pengawasan dan pemeriksaan. Sampai hari H, jemaah dalam kondisi sehat walafiat dan bisa diberangkatkan karena tekanan darahnya terkontrol,” ujar Ida usai memberangkatkan jemaah haji asal Magetan, Minggu (26/4/2026).

Ida menjelaskan, petugas kesehatan telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan kondisi jemaah tetap stabil. Langkah tersebut meliputi pemeriksaan rutin di puskesmas dan pembekalan obat-obatan sesuai dengan kebutuhan masing-masing jemaah.

Selain itu, setiap kelompok terbang (kloter) juga dilengkapi dengan petugas pendamping, termasuk tenaga kesehatan. Keberadaan mereka ditujukan untuk memantau dan memastikan kondisi jemaah tetap stabil selama perjalanan menuju Tanah Suci maupun saat pelaksanaan ibadah.

“Petugas pendamping dari daerah ada empat pembimbing, dan petugas kesehatan dua orang di setiap kloter, ditambah pembimbing ibadah serta petugas haji daerah. Jemaah juga sudah dibekali obat-obatan yang biasa dikonsumsi dan dalam pengawasan, sehingga tidak perlu ada yang dikhawatirkan,” katanya.

Tahapan Pemberangkatan Jemaah Magetan

Tahapan pemberangkatan jemaah haji Magetan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan jadwal kloter yang telah ditetapkan. Pada hari pemberangkatan tersebut, kloter 20 dan 21 diberangkatkan lebih awal.

Selanjutnya, kloter 22 dijadwalkan untuk masuk asrama haji pada pagi hari sebelum diberangkatkan. “Kloter 22 nanti malam kita jemput jemaah di rumah untuk masuk asrama haji besok pagi pukul 06.00 WIB,” jelas Ida.

Untuk kloter berikutnya, yaitu kloter 41, jemaah dijadwalkan masuk asrama haji pada tanggal 1 Mei pukul 16.00 WIB. Pemberangkatan ke Tanah Suci akan dilakukan setelah mereka berada di asrama haji.

Jumlah Jemaah dan Potensi Penambahan

Secara keseluruhan, jumlah jemaah haji yang diberangkatkan dari Magetan mencapai 539 orang. Dari total awal 541 jemaah, terdapat dua jemaah yang meninggal dunia.

Satu jemaah yang meninggal dunia telah digantikan oleh ahli warisnya. Sementara itu, satu jemaah lainnya tidak memiliki pengganti. Ida menambahkan bahwa masih ada kemungkinan penambahan jemaah dari daftar cadangan jika terdapat kursi yang kosong hingga batas akhir pemberangkatan pada 22 Mei mendatang.

“Kami masih menunggu cadangan naik status. Kalau ada open seat, akan ada panggilan dari daerah,” pungkasnya.