JAKARTA, KOMPAS.com – Empat unit rumah di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, dilalap si jago merah pada Kamis (23/4/2026). Kebakaran yang terjadi di dekat Rusun Penjaringan, tepatnya di Blok 10, RT 19/RW 17, diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik.
Menurut Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, api pertama kali terlihat oleh warga dari salah satu rumah. Asap tebal membumbung, menandakan api mulai membesar dan sulit dikendalikan.
“Warga setempat melihat ada api dan asap tebal yang berasal dari salah satu rumah. Kemudian warga setempat bersama-sama berusaha untuk memadamkan api tersebut. Namun, api makin membesar dan tidak terkendali,” jelas Gatot kepada Kompas.com pada Kamis.
Respons Cepat Petugas Damkar
Menanggapi laporan warga, Dinas Gulkarmat Jakarta Utara segera mengerahkan armadanya. Sebanyak 17 unit mobil pemadam kebakaran dan 85 personel dikerahkan untuk memadamkan api.
Petugas menerima laporan adanya kebakaran pada pukul 16.39 WIB. Tim pemadam kebakaran tiba di lokasi hanya berselang sembilan menit, tepatnya pukul 16.48 WIB.
Upaya pemadaman menunjukkan hasil positif. Api berhasil dilokalisasi pada pukul 16.53 WIB, dan proses pendinginan dimulai sekitar pukul 17.00 WIB. Operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 17.51 WIB.
Kerugian dan Dampak Kebakaran
Gatot Sulaeman merinci bahwa empat rumah dilaporkan terbakar habis. “Jumlah yang terbakar empat rumah, diduga karena korsleting listrik. Kerugian kurang lebih Rp 210 juta,” ujarnya.
Meskipun kerugian material cukup besar, Gatot memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas ini. Sebanyak tiga kepala keluarga yang terdiri dari 10 jiwa berhasil dievakuasi dan diselamatkan dalam kondisi aman.
“Korban tidak ada, pemadaman berhasil dilaksanakan dalam keadaan aman,” tegas Gatot.






