Setidaknya 34 kapal tanker yang terafiliasi dengan Iran dilaporkan berhasil lolos dari blokade yang diberlakukan Amerika Serikat sejak kebijakan tersebut diterapkan. Sebagian dari kapal-kapal tersebut diketahui membawa minyak mentah Iran dengan nilai estimasi mencapai Rp 15,56 triliun.
Informasi ini diungkapkan dalam laporan Financial Times pada Rabu, 22 April 2026, seperti dikutip dari Anadolu Ajans. Laporan tersebut merinci pergerakan kapal tanker, di mana 19 kapal dilaporkan keluar dari Teluk Persia, sementara 15 lainnya masuk menuju Iran dari Laut Arab.
Dari jumlah kapal yang berangkat, enam di antaranya teridentifikasi membawa total sekitar 10,7 juta barel minyak mentah Iran. Mengingat minyak Iran umumnya dijual dengan diskon sekitar 10 dolar AS per barel dibandingkan harga minyak mentah Brent, nilai total pengiriman ini diperkirakan mencapai 910 juta dolar AS atau setara Rp 15,56 triliun.
AS Perketat Blokade dan Cegat Sejumlah Kapal
Amerika Serikat mulai memberlakukan blokade pada 13 April 2026, menargetkan seluruh kapal yang masuk maupun keluar dari perairan pesisir Iran. Tiga hari kemudian, pembatasan tersebut diperluas mencakup seluruh kapal Iran di laut lepas, termasuk yang mengangkut barang yang dinilai dapat mendukung upaya perang Teheran.
Sejauh ini, pasukan AS tercatat telah menyita satu kapal kontainer di Teluk Oman dan menaiki sebuah kapal tanker yang dikenai sanksi di kawasan Indo-Pasifik. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Selasa, 21 April 2026, menyatakan telah memerintahkan 28 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan sejak blokade diberlakukan.
Presiden AS Donald Trump pada hari yang sama mengklaim kebijakan tersebut sebagai “keberhasilan yang luar biasa”. Ia juga menegaskan bahwa embargo di Selat Hormuz tidak akan dicabut sebelum tercapai “kesepakatan akhir” dengan Iran.
Pada Rabu, 22 April 2026, sumber perkapalan dan keamanan melaporkan bahwa militer AS kembali mencegat tiga kapal tanker berbendera Iran yang melintas di perairan Asia. Dikutip dari Reuters, Kamis, 23 April 2026, salah satu kapal yang dicegat adalah kapal tanker super Deep Sea yang membawa sebagian muatan minyak mentah Iran.
Berdasarkan data pelacakan dari platform MarineTraffic, kapal Deep Sea terakhir terdeteksi di lepas pantai Malaysia sekitar sepekan lalu. Kapal tanker lain yang dicegat adalah Sevin, yang berkapasitas maksimum 1 juta barel dan mengangkut sekitar 65 persen muatannya. Kapal ini terakhir terlihat di perairan Malaysia sekitar sebulan lalu.
Selain itu, kapal tanker super Dorena yang membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah juga dicegat. Kapal ini terakhir terdeteksi di lepas pantai India selatan beberapa hari sebelumnya.
CENTCOM dalam unggahan resminya menyatakan bahwa Dorena dikawal oleh kapal perusak Angkatan Laut AS di Samudra Hindia setelah mencoba melanggar blokade. Sumber lain juga menyebut kemungkinan pencegatan terhadap kapal tanker Derya. Kapal ini sebelumnya dilaporkan gagal membongkar muatan minyak Iran di India setelah masa berlaku pengecualian AS atas pembelian minyak mentah Iran berakhir.
Data pelacakan menunjukkan kapal Derya terakhir berada di lepas pantai barat India. Seorang sumber keamanan maritim menjelaskan bahwa AS kini menargetkan kapal-kapal Iran di luar Selat Hormuz, terutama di perairan terbuka, untuk menghindari risiko ranjau terapung selama operasi berlangsung.
Meskipun demikian, militer AS belum merinci seluruh kapal yang dicegat dan belum memberikan tanggapan terkait beberapa kapal lainnya.
Ketegangan AS-Iran Memanas
Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat sejak 28 Februari, ketika AS bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Aksi ini kemudian memicu serangan balasan dari Teheran terhadap aset dan pangkalan militer AS di berbagai wilayah Timur Tengah.
Upaya diplomatik sempat dilakukan di Islamabad pada 11-12 April, menandai pertemuan pertama sejak hubungan diplomatik kedua negara terputus pada 1979. Iran sempat mencabut kendalinya atas Selat Hormuz pada Jumat, namun kembali memberlakukannya sehari kemudian setelah Presiden Trump menegaskan bahwa blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap dilanjutkan.






