Akses.co.id — JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Kota Jakarta Timur kembali menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu di Waduk Kaja, Ciracas, pada Jumat (24/4/2026). Operasi ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, dengan mengerahkan personel dari Suku Dinas Sumber Daya Air, Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), serta Suku Dinas Lingkungan Hidup.
Penangkapan dilakukan dengan strategi mengurangi debit air waduk terlebih dahulu, sebelum kemudian ikan sapu-sapu dijaring dari pinggiran waduk.
“Sudah tertangkap sekitar 320 kilogram. Nah ini masih terus berlangsung (hingga sore) sambil proses pengeringan,” ujar Munjirin di Waduk Kaja, Jumat (24/4/2026).
Setelah berhasil ditangkap, seluruh ikan sapu-sapu akan dimusnahkan dengan cara dikubur. Proses pemusnahan diawali dengan mematikan ikan dengan cara membelah bagian kepalanya, sebelum kemudian dimasukkan ke dalam lubang yang telah disiapkan.
“Kita kumpulkan, kemudian kita timbang, kita matikan dulu ikannya baru kita kubur. Untuk sekarang semua kecamatan bergerak sama. Cuma sekarang lagi terpusat di Waduk Kaja,” jelasnya.
Lebih lanjut, Munjirin memastikan bahwa ikan yang telah dikubur juga akan disiram dengan cairan disinfektan. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pemusnahan tersebut telah sesuai dengan anjuran dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP).
“Ya ini (pemusnahan) sesuai dengan anjuran dari Dinas KPKP, bahwa proses penghilangan ikan sapu-sapu ini setelah ditangkap, kita kubur,” jelasnya.
Dukungan Pengendalian Spesies Invasif
Upaya pengendalian ikan sapu-sapu di Jakarta ini mendapat dukungan dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Ia menyatakan dukungannya terhadap program penangkapan ikan sapu-sapu secara masif di sungai-sungai Ibu Kota.
Menurut Pramono, spesies invasif ini berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem dan bahkan membahayakan masyarakat.
“Saya termasuk yang kemudian menyetujui kalau kemudian diadakan secara masif untuk menghilangkan atau mengurangi ikan sapu-sapu,” ujar Pramono di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026).
“Karena kalau dibiarkan, ikan-ikan yang lain hilang. (Ikan) wader dan sebagainya pasti akan hilang,” tegasnya.
Pramono menambahkan bahwa ia telah memantau langsung proses penangkapan ikan sapu-sapu di kawasan sekitar Grand Hyatt dan Plaza Indonesia. Ia menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu, yang berasal dari Amerika Selatan, memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan mampu memakan berbagai jenis makanan.
Kemampuan adaptasi yang tinggi tersebut, menurut Pramono, berpotensi merusak ekosistem sungai. Selain itu, ia juga menilai bahwa ikan sapu-sapu tidak aman untuk dikonsumsi.
Ikuti Akses.co.id
