MADINAH – Masjid Nabawi di Kota Suci Madinah tidak hanya menjadi pusat spiritual bagi jemaah haji, tetapi juga menyimpan sejumlah fakta menarik yang kerap disalahpahami. Salah satunya adalah mengenai ketersediaan air zamzam di dalam masjid. Jemaah perlu mengetahui perbedaan antara air zamzam dan air biasa yang disediakan.
Air zamzam biasanya ditempatkan di bagian dalam Masjid Nabawi, sementara air yang tersedia di pelataran masjid adalah air minum biasa. Kedua jenis air ini dapat dikonsumsi secara gratis oleh seluruh jemaah. Air zamzam dianjurkan untuk diminum setelah membaca doa, sedangkan air biasa berfungsi untuk menjaga hidrasi tubuh selama beribadah.
Fasilitas Gratis untuk Kenyamanan Jemaah
Menyimpan alas kaki saat memasuki masjid merupakan adab yang penting. Di Masjid Nabawi, pengurus menyediakan fasilitas plastik gratis bagi jemaah untuk menyimpan sandal. Fasilitas ini dapat ditemukan di pintu 25, yang dikenal sebagai Bab Khadijah, atau di Bab An-Nisa, pintu khusus jemaah perempuan.
Pintu-pintu ini memiliki penanda bertuliskan ‘Women Entrance’. Di sana tersedia kotak-kotak berisi plastik yang dapat digunakan untuk menyimpan sandal. Jemaah juga dapat memilih untuk membawa tas sendiri dari rumah untuk keperluan ini.
Keunikan Payung Raksasa Masjid Nabawi
Salah satu ikon visual Masjid Nabawi yang memukau adalah ratusan payung raksasa yang dapat membuka dan menutup. Banyak jemaah yang menunggu momen untuk mengabadikan pemandangan spektakuler ini. Payung-payung ini biasanya mulai terbuka pada pukul 05.45 Waktu Arab Saudi, atau setelah salat Subuh.
Proses pengembangan payung hingga mengembang sempurna membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima menit. Payung-payung raksasa ini umumnya beroperasi dari waktu syuruk hingga pukul 17.00 Waktu Arab Saudi, memberikan peneduh bagi para jemaah di area pelataran masjid.
Sejarah Singkat Pembangunan Masjid Nabawi
Masjid Nabawi memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan perjuangan Rasulullah SAW. Setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah tidak hanya membangun Masjid Quba, tetapi juga mendirikan Masjid Nabawi. Beliau sendiri yang menentukan lokasi pembangunan masjid, yaitu di tempat pemberhentian untanya.
Rasulullah SAW bahkan turut serta dalam proses pembangunan masjid ini. Pada masa awal, beliau berkhutbah dengan bersandar pada sebuah pohon karena belum adanya mimbar. Perluasan masjid dilakukan setelah Perang Khaibar seiring bertambahnya jumlah umat Muslim, dan rampung sekitar bulan Muharam tahun ke-7 Hijriah.
Kini, Masjid Nabawi menjadi salah satu destinasi utama bagi jutaan jemaah haji dan umrah dari seluruh penjuru dunia untuk menunaikan ibadah.






