— MEDAN – Kepolisian masih mendalami dugaan kecelakaan yang berujung pada tewasnya purnawirawan Brigjen Raziman Tarigan, mantan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, di Kota Medan. Sejumlah rekaman kamera sirkuit tertutup (CCTV) dan keterangan saksi tengah diperiksa untuk mengungkap kronologi peristiwa tersebut.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Medan, Ajun Komisaris Besar Polisi Sri Lestari Widodo, menyatakan bahwa pihaknya telah memeriksa tiga unit CCTV yang merekam area sekitar lokasi kejadian. Selain itu, enam orang saksi juga telah dimintai keterangan.

“Ada tiga CCTV yang sudah kami periksa yang menyoroti lokasi dan enam saksi,” kata Widodo kepada Kompas.com melalui sambungan telepon pada Jumat (24/4/2026).

Widodo menjelaskan, analisis CCTV dilakukan untuk mengidentifikasi kendaraan lain yang melintas bersamaan dengan kendaraan yang ditumpangi almarhum Brigjen Raziman. Tujuannya adalah untuk mengetahui kendaraan mana yang berpotensi bersentuhan dengan ATV yang dikendarai mantan perwira tinggi Polri tersebut.

Berdasarkan rekaman CCTV, teridentifikasi ada dua kendaraan roda dua yang diduga sempat bersentuhan dengan ATV yang dikendarai Brigjen Raziman. “Dari CCTV, ada dua kemungkinan kendaraan yang bersentuhan, sepeda motor merah dan sepeda motor hitam,” ujar Widodo.

Saat kejadian, Brigjen Raziman diketahui mengendarai sepeda motor roda empat jenis ATV dari arah Simpang Pemda menuju kediamannya di Pusat Latihan Renang Primbana, Jalan Melati Raya. Kecepatan kendaraan almarhum saat itu diperkirakan mencapai 20 kilometer per jam.

Sementara itu, keterangan dari para saksi belum ada yang melihat secara langsung adanya insiden kecelakaan. Salah seorang saksi, seorang ibu yang berjualan topi, hanya mendengar suara dentuman keras sebelum mendapati almarhum tergeletak di jalan. Ia tidak melihat adanya pengendara lain di sekitar lokasi.

“Ada ibu-ibu jualan topi mendengar suara dentuman langsung ke lokasi dan melihat bapak itu tergeletak. Tidak ada melihat pengendara lain. Makanya ini masih coba kami dalami ya secara ilmiah,” tutur Widodo.

Kronologi Versi Saksi

Sebelumnya, Brigjen Raziman Tarigan ditemukan tewas setelah mengalami kecelakaan di Jalan Melati Raya, Kota Medan, pada Sabtu (19/4/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Menurut saksi bernama Joko (45), almarhum melaju dari arah Simpang Pemda menuju kediamannya. Tiba-tiba terdengar suara dentuman keras.

“Tiba-tiba ada suara dentuman keras,” kata Joko saat diwawancarai di lokasi kejadian pada Rabu (22/4/2026).

Joko, yang sehari-hari berjualan masker dan minyak eceran di seberang kediaman almarhum, segera mengecek sumber suara tersebut. Ia terkejut melihat Brigjen Raziman sudah tergeletak di tengah jalan dengan luka di bagian belakang kepala. ATV yang dikendarai almarhum dalam posisi terbalik, dan gorengan yang dibawanya berserakan.

“Dia sudah tidak sadarkan diri,” ucap Joko.

Joko bersama pedagang lain segera memberikan pertolongan dengan mengangkat tubuh almarhum ke pinggir jalan sambil berusaha membetulkan posisi kendaraan yang terbalik. Saat itu, Joko sekilas melihat ada pengendara sepeda motor yang diduga menabrak almarhum buru-buru melarikan diri dari lokasi.

Joko dan pedagang sekitar sempat berupaya mengejar, namun tidak berhasil. Melihat kondisi almarhum yang memprihatinkan, mereka segera menghubungi keluarga dan pekerja Brigjen Raziman.

Tak lama kemudian, almarhum dibawa keluarganya menggunakan mobil ke Rumah Sakit Royal Prima. Namun, nyawa Brigjen Raziman tidak dapat diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia dan kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.