Akses.co.id — PT Tracon Industri, perusahaan jasa solusi industri operasi dan pemeliharaan (O&M) di bawah naungan Grup Pupuk Indonesia, berhasil mencatat 23.045.511 jam kerja aman tanpa insiden yang menyebabkan kehilangan waktu kerja (Zero Lost Time Injury/LTI) dan nihil pencemaran lingkungan (Zero Environment Case). Pencapaian ini, yang terakumulasi sejak tahun 2010 hingga 31 Maret 2026, melibatkan lebih dari 109.580 tenaga kerja di sekitar 30 proyek dengan tingkat risiko bervariasi, mulai dari rendah hingga tinggi. Komitmen terhadap disiplin Health, Safety, and Environment (HSE) menjadi kunci utama perusahaan dalam menekan risiko kecelakaan kerja.
Direktur Utama PT Tracon Industri, Muhammad Badri Halim, menekankan bahwa angka tersebut lebih dari sekadar statistik. “Ini adalah nyawa para pekerja yang pulang untuk menemui keluarga mereka. Ini adalah bukti nyata bahwa keselamatan kerja adalah fondasi, bukan penghalang produktivitas,” ujarnya dalam keterangan pers pada Jumat (24/4/2026). Ia menambahkan, “Ke depannya kami akan terus meningkatkan standar HSE yang ketat di seluruh lini operasi sebagai bagian dari kinerja bisnis yang berkelanjutan.”
Badri Halim menjelaskan bahwa setiap pencapaian jutaan jam kerja aman merupakan hasil dari keterlibatan aktif seluruh karyawan. Perusahaan juga mengimplementasikan program HSE Reward untuk memotivasi dan memperkuat budaya keselamatan. Menurutnya, disiplin kolektif, mulai dari pekerja lapangan hingga jajaran direksi, menjadi elemen krusial. “Slogan ‘Safety Start With Me!’ bukan sekadar tempelan dinding, tapi tindakan nyata yang selalu mencerminkan komitmen penuh, menciptakan lingkungan kerja yang aman dan dapat terus meningkatkan jam kerja aman ini pada tahun-tahun mendatang,” tegasnya.
Penguatan Sistem Manajemen HSE
Capaian 23 juta jam kerja aman tanpa kehilangan waktu kerja dan tanpa insiden lingkungan menegaskan konsistensi PT Tracon Industri dalam menerapkan sistem manajemen HSE yang terintegrasi di seluruh lini operasional, baik di kantor pusat maupun di lapangan. Upaya penguatan budaya keselamatan dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program, termasuk pelatihan, sosialisasi, dan kampanye.
Program pengembangan kompetensi yang dijalankan meliputi induksi, pelatihan Emergency Response Team, Basic Life Support, Job Safety Analysis (JSA), serta sertifikasi K3 yang mengacu pada standar nasional dan internasional. Kampanye keselamatan juga diperkuat melalui penerapan HSE Golden Rules, HSE Handbook, safety moment, publikasi HSE News, poster, hingga pemasangan rambu dan spanduk di area kerja.
Sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi, PT Tracon Industri telah mengantongi Sertifikasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai PP 50/2012, ISO 45001:2018 untuk sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, serta ISO 14001:2015 untuk manajemen lingkungan.
Pendekatan Preventif dan Pengawasan Pemerintah
Sejalan dengan upaya dunia usaha dalam memperkuat budaya keselamatan, pemerintah menekankan pentingnya pendekatan pencegahan sejak dini untuk menekan angka kecelakaan kerja. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menginstruksikan Balai K3 untuk lebih proaktif dalam pengawasan dan edukasi di lapangan.
“Upaya promotif dan preventif sangat penting. Saya instruksikan seluruh jajaran BBK3 Jakarta untuk bergerak lebih masif dalam menjalankan fungsi pengawasan dan edukasi. Kita harus mampu menekan angka fatalitas di tempat kerja secara signifikan,” kata Yassierli.
Ia menambahkan bahwa setiap kecelakaan kerja bukan sekadar angka, melainkan menyangkut keselamatan manusia dan keberlangsungan keluarga pekerja. Oleh karena itu, Balai K3 didorong tidak hanya menjalankan fungsi teknis, tetapi juga mampu membaca risiko dan membangun budaya K3. Kolaborasi dengan sektor swasta, termasuk Perusahaan Jasa K3 (PJK3), dinilai krusial untuk memperkuat ekosistem keselamatan kerja nasional.
Ikuti Akses.co.id
