Solo – Ribuan porsi makanan siap saji dipersiapkan dari Sukoharjo, Jawa Tengah, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi calon jemaah haji Indonesia selama fase ibadah krusial di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Sebanyak 2 juta porsi makanan, yang dikemas sebagai solusi praktis dan anti-ribet, dikirimkan oleh dapur katering milik pengusaha kuliner Solo, Puspo Wardoyo.

Fase Armuzna dikenal sebagai periode dengan kepadatan jemaah yang tinggi dan mobilitas yang intens, sehingga kebutuhan akan makanan yang praktis menjadi prioritas. Dapur katering yang beroperasi di bawah naungan PT Hati Sukoharjo ini merupakan salah satu dari empat dapur katering resmi yang ditunjuk untuk menangani konsumsi jemaah haji Indonesia sejak tahun 2023.

“Haji tahun ini kita kirim 2 juta makanan siap saji untuk Armuzna,” ujar Puspo Wardoyo seusai mendampingi kunjungan Komisi VIII DPR meninjau fasilitas dapurnya pada Kamis (23/4/2026).

Puspo Wardoyo mengklaim bahwa inovasi yang ditawarkan oleh dapurnya, yakni penyediaan makanan siap saji dalam bentuk full meal beserta lauk-pauk dalam kemasan pouch, merupakan yang pertama di Indonesia. Makanan ini diproses melalui sterilisasi vakum tanpa menggunakan bahan pengawet, menjadikannya tahan lama dan aman untuk dikonsumsi.

“Mungkin ya satu-satunya pengusaha atau perusahaan katering full meal itu mungkin baru saya. Makanan nasi sama lauk. Belum ada yang bikin nasi awet,” ungkapnya.

Ke depan, Puspo berencana untuk menjajaki pendirian dapur katering di Arab Saudi. Langkah ini diambil untuk menekan biaya operasional dan mengoptimalkan kelancaran distribusi pasokan makanan. Ia berharap kerja sama suplai makanan siap saji untuk jemaah haji dapat terus berlanjut dalam jangka panjang.

“Insyaallah tahun depan menjajaki untuk bikin dapur di sana (Arab Saudi). Nanti bahan-bahan baku dari sini semua,” jelas Puspo.

Menanggapi kualitas hidangan, Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Abdul Wachid, menyatakan bahwa makanan siap saji dari PT Hati dinilai sesuai dengan selera lidah calon jemaah haji Indonesia. Ia menyuarakan pentingnya rasa Indonesia dalam setiap hidangan yang disajikan kepada jemaah.

“Kunjungan kami ke Arab Saudi, di Madinah, dan Arofah ngecek masalah katering yang selalu saya suarakan rasa Indonesia. Dan ternyata beliau sudah memasok di sana,” kata politisi Partai Gerindra tersebut.

Abdul Wachid menambahkan bahwa DPR berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah, termasuk Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), dalam merumuskan regulasi yang lebih mengutamakan peningkatan kualitas pelayanan ibadah haji di masa mendatang.

“Haji ke depan itu lebih mengutamakan untuk service pelayanan yang lebih baik,” tandasnya.