— MAKKAH, KOMPAS.com – Sebanyak 177 hotel telah disiapkan untuk menampung jemaah haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, tahun ini. Ke-177 akomodasi tersebut tersebar di lima wilayah strategis di kota suci.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Mekah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026, Ihsan Faisal, merinci kelima wilayah tersebut meliputi Shisha, Raudho, Mispala, Jarwal, dan Aziziyah. Selain hotel inti, PPIH juga telah menyiapkan lima hotel cadangan sebagai antisipasi.

Langkah ini diambil sesuai dengan regulasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi, yang mewajibkan negara pengirim jemaah untuk menyediakan hotel cadangan sebesar satu persen dari total akomodasi yang dialokasikan.

“Bahwa negara pengirim jemaah harus menyiapkan satu persen untuk hotel cadangan,” ujar Ihsan Faisal di Makkah, Sabtu (25/4/2026).

Lima hotel cadangan tersebut memiliki kapasitas total 2.000 kamar dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari kamar inti, mushala, ruang makan, hingga area pencucian.

Selama berada di Makkah untuk menjalankan ibadah haji, jemaah Indonesia akan mendapatkan jatah makan tiga kali sehari.

Jadwal Kedatangan dan Kepulangan Jemaah

Kedatangan jemaah haji gelombang pertama di Madinah, Arab Saudi, telah dimulai sejak Rabu (22/4/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga 6 Mei 2026 di Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Aziz Madinah.

Selanjutnya, jemaah gelombang kedua akan mulai mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah pada 7 Mei 2026 hingga 21 Mei 2026. Kloter terakhir dipastikan tiba di Tanah Suci pada tanggal 21 Mei 2026.

Prosesi puncak ibadah haji, termasuk wukuf di Arafah, akan dilaksanakan pada 26 Mei 2026.

Setelah rangkaian ibadah haji selesai, pemulangan jemaah gelombang pertama melalui Jeddah akan dimulai pada 1 hingga 15 Juni 2026. Sementara itu, jemaah gelombang kedua akan dipulangkan dari Madinah mulai 16 hingga 30 Juni 2026.