Regional

17 CJH Sumenep Batal Berangkat Haji 2026, Mayoritas karena Sakit

Advertisement

SUMENEP, KOMPAS.com — Jumlah calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026 kini bertambah menjadi 17 orang. Penambahan ini disebabkan oleh dua kasus baru, satu meninggal dunia dan satu lainnya mengalami sakit.

“Iya, bertambah 2 orang. Satu meninggal dunia, satu sakit,” ujar Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumenep, Ahmad Halimy, pada Rabu.

Sebelumnya, data per Senin (13/4/2026) mencatat ada 15 CJH yang batal berangkat. Dengan adanya tambahan dua orang tersebut, total kini menjadi 17 orang.

Dari jumlah total 17 CJH yang batal berangkat, enam di antaranya dilaporkan meninggal dunia sebelum jadwal keberangkatan. Sementara itu, sisanya terpaksa menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan yang dianggap tidak memungkinkan untuk menunaikan ibadah haji.

Faktor Kesehatan Jadi Alasan Utama

Ahmad Halimy menjelaskan bahwa mayoritas CJH yang batal berangkat disebabkan oleh kendala kesehatan. Ia menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan dilakukan secara ketat untuk memastikan seluruh jemaah dalam kondisi prima, layak terbang, dan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.

Advertisement

“Jumlah itu masih bisa bertambah,” katanya.

Pihak Kemenhaj Sumenep terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan para CJH yang sudah masuk dalam daftar keberangkatan. Keputusan untuk tidak memberangkatkan jemaah yang tidak memenuhi syarat kesehatan diambil demi keselamatan mereka.

Secara keseluruhan, total CJH asal Kabupaten Sumenep yang dijadwalkan berangkat pada musim haji 2026 adalah sebanyak 1.343 orang. Angka ini sudah termasuk penambahan dari daftar tunggu atau cadangan.

Pemberangkatan CJH asal Sumenep rencananya akan dibagi ke dalam empat kelompok terbang (kloter). Jadwal keberangkatan perdana dijadwalkan mulai tanggal 11 Mei 2026.

Advertisement