Akses.co.id — Tanda-tanda pada tubuh yang seringkali dianggap sebagai masalah kesehatan justru bisa menjadi indikasi bahwa kondisi tubuh sedang dalam keadaan prima. Mulai dari hal yang terkesan sepele seperti buang angin, hingga perubahan pada kuku dan rambut, banyak orang keliru menganggapnya sebagai gangguan.
Menurut dokter umum sekaligus pendiri the one., Ravina Bhanot, sejumlah kondisi tersebut sejatinya merupakan sinyal bahwa tubuh sedang bekerja secara optimal. Ia menjelaskan bahwa pemahaman yang keliru terhadap beberapa tanda tubuh ini kerap menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu.
13 Sinyal Tubuh Sehat yang Sering Disalahartikan
Berikut adalah 13 tanda kesehatan tubuh yang kerap disalahpahami:
-
Sering buang gas (kentut)
Buang gas dalam jumlah kecil dan rutin seringkali dianggap memalukan. Padahal, kondisi ini merupakan pertanda bahwa bakteri di dalam usus sedang aktif memecah makanan.
“Jumlah kecil gas yang keluar secara rutin menunjukkan bakteri usus bekerja dengan baik,” kata Dr. Bhanot.
-
Libido meningkat di tengah siklus menstruasi
Peningkatan hasrat seksual yang terjadi di pertengahan siklus menstruasi terkadang menimbulkan kebingungan. Kondisi ini sebenarnya berkaitan dengan lonjakan hormon estrogen dan testosteron, yang menandakan sistem reproduksi berfungsi normal.
-
Perubahan tekstur cairan vagina
Fluktuasi tekstur cairan vagina sepanjang bulan seringkali menimbulkan kekhawatiran. Namun, perubahan ini justru mencerminkan keseimbangan mikrobioma vagina yang stabil dan menunjukkan tingkat kesuburan yang baik.
-
Ukuran payudara tidak simetris
Banyak wanita merasa cemas ketika mendapati ukuran payudara mereka tidak sama. Menurut Dr. Bhanot, hal ini merupakan bagian dari perkembangan alami tubuh.
“Ketidaksimetrisan alami pada payudara adalah hal yang normal,” ujarnya.
-
Rambut sedikit berminyak setelah keramas
Kondisi rambut yang terasa sedikit berminyak satu atau dua hari pasca keramas sering dianggap sebagai masalah. Padahal, ini menunjukkan bahwa produksi minyak alami (sebum) berjalan normal dan berkaitan dengan keseimbangan hormon tubuh.
-
Mengantuk di waktu yang sama setiap malam
Rasa kantuk yang muncul secara konsisten pada jam yang sama setiap malam sering dianggap sebagai kebiasaan biasa. Namun, ini menandakan ritme sirkadian tubuh bekerja dengan baik.
“Ini menunjukkan hormon melatonin dan sistem saraf berada dalam kondisi selaras,” jelas Dr. Bhanot.
-
Tidak menggertakkan gigi saat tidur
Tidak adanya kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur (bruxism) seringkali tidak disadari. Kondisi ini merupakan indikasi tingkat stres kronis yang rendah dan sistem saraf yang stabil.
-
Rambut rontok dalam jumlah wajar
Kerontokan rambut seringkali diasosiasikan dengan masalah kesehatan. Padahal, rambut memiliki siklus alami untuk tumbuh dan rontok.
“Kerontokan dalam jumlah normal adalah bagian dari proses alami,” kata Dr. Bhanot.
-
Lidah merah muda dengan lapisan putih tipis
Banyak orang beranggapan lidah harus selalu bersih tanpa lapisan. Namun, lapisan putih tipis pada lidah justru menunjukkan hidrasi yang baik, serta pencernaan dan mikrobioma mulut yang sehat.
-
Muncul bulan sabit putih di kuku
Bentuk bulan sabit putih di pangkal kuku (lunula) seringkali terabaikan. Padahal, keberadaannya menunjukkan matriks kuku yang sehat, yaitu jaringan yang berperan dalam pertumbuhan kuku.
-
Kotoran telinga cukup banyak
Kotoran telinga (serumen) sering dianggap sebagai tanda kebersihan yang buruk. Padahal, kotoran telinga memiliki fungsi penting untuk melindungi telinga dari bakteri dan membantu mengeluarkan kotoran.
“Kotoran telinga membantu mengeluarkan kotoran dan melindungi telinga,” jelas Dr. Bhanot.
-
Rasa percaya diri meningkat di tengah siklus haid
Perubahan suasana hati, termasuk peningkatan rasa percaya diri, yang muncul di pertengahan siklus menstruasi sering dianggap sebagai ketidakstabilan emosi. Padahal, kondisi ini berkaitan dengan puncak hormon estrogen dan menandakan ovulasi yang sehat.
-
Bentuk feses seperti sosis
Bentuk feses jarang menjadi perhatian sebagai indikator kesehatan. Namun, feses yang berbentuk seperti sosis, sesuai dengan tipe 3-4 pada Bristol Stool Chart, menunjukkan kondisi usus yang optimal dan sistem pencernaan yang bekerja dengan baik.
Dr. Bhanot menekankan bahwa pemahaman yang benar mengenai sinyal-sinyal tubuh ini dapat mencegah kepanikan yang tidak perlu terhadap perubahan yang sebenarnya normal. Namun, ia tetap menyarankan agar segera memeriksakan diri ke tenaga medis jika muncul perubahan yang terasa tidak biasa atau mengganggu.
Ikuti Akses.co.id
