PADANG, KOMPAS.com — Impian puluhan tahun untuk menjejakkan kaki di Tanah Suci akhirnya terwujud bagi Jasni (71), seorang lansia asal Padang, Sumatera Barat. Keberangkatannya menunaikan ibadah haji pada Kamis (23/4/2026) menjadi momen penuh haru, berkat kesabaran dan bakti kelima anaknya yang berjuang mewujudkan cita-cita ibunda mereka.
Di tengah ratusan calon jamaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 1 yang memadati aula Asrama Haji Embarkasi Padang, kisah Jasni menjadi salah satu inspirasi tentang keteguhan hati yang melampaui keterbatasan materi.
Bakti Anak untuk Ibu Rumah Tangga Sederhana
Jasni, seorang ibu rumah tangga, tak kuasa menahan air mata haru saat menyadari impiannya yang telah tertunda selama 13 tahun kini selangkah lagi menjadi kenyataan. Ia berasal dari keluarga sederhana, di mana sang suami bekerja sebagai kuli bangunan. Kondisi ini membuat biaya untuk menunaikan ibadah haji menjadi sebuah tantangan besar.
Namun, harapan itu akhirnya terwujud berkat dukungan penuh dari kelima anaknya. Tiga dari kelima anaknya yang telah sukses dan berprofesi sebagai pegawai, kompak berpatungan untuk mendaftarkan sang ibu ke ibadah haji sejak tahun 2013.
“Saya kaget, benar-benar tidak menyangka bisa mendaftar, apalagi berangkat hari ini. Saya tidak menolak tawaran anak-anak, dan alhamdulillah hari ini bisa sampai di sini,” ujar Jasni dengan mata berkaca-kaca, mengungkapkan rasa syukurnya atas rezeki dan kesempatan yang diberikan.
Meski demikian, kebahagiaan Jasni sedikit dibayangi kesedihan. Ia harus berangkat tanpa didampingi sang suami tercinta. Kondisi kesehatan suaminya yang memburuk membuat keduanya tidak bisa menunaikan ibadah haji bersama kali ini. Jasni pun berangkat ditemani salah seorang anaknya yang juga telah mendaftar ibadah haji sejak tujuh tahun lalu.
Sebelumnya, keberangkatan Jasni sempat diwarnai kekhawatiran dari lingkungan sekitar, terutama terkait situasi geopolitik di Timur Tengah. Namun, Jasni memilih untuk berserah diri sepenuhnya kepada Tuhan.
“Di sana kan ramai, kalaupun meninggal di sana saya sudah siap, mudah-mudahan syahid. Namanya umur tidak ada yang tahu, yang jelas niat baik pasti akan dipermudah,” tegasnya, menunjukkan keteguhan imannya di usia senja.
Semangat Membara Rostian di Usia 78 Tahun
Kisah inspiratif lainnya datang dari Rostian Rusli (78), seorang jamaah yang telah mengantre sejak Desember 2012. Di usianya yang senja, Rostian menunjukkan semangat membara saat mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan di asrama haji.
Rostian berangkat menunaikan ibadah haji seorang diri. Biaya hajinya ia kumpulkan dari tabungan pribadi yang disisihkan sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun, ditambah dengan bantuan dari anak-anaknya.
Bagi Rostian, kesempatan untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci menjadi bukti nyata bahwa kesabaran akan selalu berbuah manis. Motivasi terbesarnya dalam menunaikan ibadah haji ini sangat sederhana: ia ingin melihat Kakbah secara langsung, bukan lagi hanya melalui layar televisi.
“Kondisi badan harus sehat, karena ini sudah saya tunggu bertahun-tahun,” ungkap Rostian, penuh harap agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar.






