— PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS) merayakan usia 120 tahun, sebuah perjalanan panjang yang dimulai dari perkumpulan simpan-pinjam sederhana hingga menjadi bank modern yang memfasilitasi transaksi lintas negara. Institusi keuangan ini telah menyaksikan dan bertahan melalui berbagai perubahan zaman, mulai dari era kolonial hingga gejolak ekonomi global.

Perjalanan BWS dimulai pada tahun 1906 dengan nama Himpoenan Saudara, yang didirikan sebagai wadah simpan-pinjam bagi para pedagang. Aktivitas awal ini masih berskala kecil, namun menjadi fondasi penting bagi perkembangan bank di masa depan.

Evolusi Menjadi Bank Formal

Perubahan signifikan terjadi pada tahun 1955 ketika lembaga ini memperoleh izin sebagai bank tabungan, menandai transisi dari perkumpulan menjadi entitas yang beroperasi di bawah regulasi formal. Dua dekade kemudian, pada 1974, bentuk hukumnya diubah menjadi perseroan terbatas dengan nama PT Bank Tabungan Himpunan Saudara 1906, mencerminkan kebutuhan tata kelola yang semakin matang.

Pada tahun 1993, nama bank kembali disesuaikan menjadi PT Bank Himpunan Saudara 1906. Memasuki era pasar modal yang lebih terbuka, bank ini melakukan penawaran saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2006, yang memperkuat struktur permodalan dan memperluas basis pemegang sahamnya.

Transformasi dan Dukungan Strategis

Memasuki dekade berikutnya, lanskap industri perbankan yang kian dinamis mendorong transformasi yang lebih besar. Pada tahun 2014, Bank Saudara melakukan penggabungan usaha dengan PT Bank Woori Indonesia, menghasilkan entitas baru bernama PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk. Penggabungan ini didukung oleh Woori Bank Korea sebagai pemegang saham strategis.

Seiring dengan perkembangan tersebut, peran BWS turut meluas. Selain melayani kebutuhan domestik, bank ini juga terlibat dalam memfasilitasi transaksi keuangan lintas negara, khususnya yang berkaitan dengan hubungan perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan. Fungsi ini menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya aktivitas perdagangan internasional.

Fungsi Dasar dan Layanan Digital

Sebagai bank komersial, BWS tetap menjalankan fungsi dasarnya, meliputi penghimpunan dana, fasilitas transaksi, serta pembiayaan bagi nasabah individu dan korporasi. Layanan ini terus dikembangkan melalui kanal konvensional dan digital, sejalan dengan perubahan pola transaksi masyarakat.

Adaptasi sebagai Kunci Keberlanjutan

Corporate Secretary BWS, Edwin Sulaeman, menekankan bahwa usia 120 tahun bukan sekadar penanda sejarah, tetapi juga cerminan kemampuan institusi dalam menjaga kesinambungan di tengah perubahan zaman. “Bagi kami, usia 120 tahun bukan sekadar pencapaian waktu, tetapi cerminan dari proses adaptasi yang berlangsung secara konsisten,” ujar Edwin dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (23/4/2026).

Ia menambahkan bahwa setiap fase memiliki tantangan tersendiri, dan kemampuan untuk menyesuaikan diri menjadi faktor krusial dalam menjaga relevansi. BWS berkomitmen untuk terus mendukung aktivitas keuangan lintas negara, seiring dengan meningkatnya kebutuhan layanan keuangan lintas batas dalam ekonomi global.

“Dalam konteks tersebut, bank berupaya berperan sebagai penghubung dalam mendukung aktivitas perdagangan dan transaksi internasional,” tutur Edwin.