Akses.co.id — Kota Salatiga, Jawa Tengah, kembali dinobatkan sebagai kota paling toleran di Indonesia berdasarkan Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 yang dirilis oleh SETARA Institute. Hasil pengukuran komprehensif ini menempatkan Salatiga di puncak daftar dengan skor tertinggi 6,492.
Posisi kedua ditempati oleh Kota Singkawang dengan skor 6,391, diikuti oleh Kota Semarang yang meraih skor 6,160 di tempat ketiga. Kota Pematangsiantar menyusul di peringkat keempat dengan skor 6,084, sementara Kota Bekasi menduduki urutan kelima dengan skor 6,037.
Daftar 10 Kota Paling Toleran 2025
Selain lima kota teratas, SETARA Institute juga merilis daftar lengkap sepuluh kota dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia pada tahun 2025. Kota-kota yang masuk dalam daftar ini menunjukkan komitmen dalam menjaga kerukunan.
Berikut adalah daftar lengkap 10 kota paling toleran 2025:
- Salatiga
- Singkawang
- Semarang
- Pematangsiantar
- Bekasi
- Sukabumi
- Magelang
- Kediri
- Tegal
- Ambon
Tegal dan Ambon Masuk 10 Besar, Dinamika Penting Toleransi Nasional
Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili Hasan, menyoroti masuknya Kota Tegal dan Kota Ambon ke dalam sepuluh besar IKT 2025 sebagai sebuah dinamika penting dalam peta toleransi nasional. “Masuknya Kota Tegal dan Kota Ambon dalam 10 skor teratas IKT 2025 menandai dinamika penting dalam peta toleransi nasional,” ujar Halili, dikutip dari Antara, Kamis.
Lonjakan signifikan Kota Tegal dari peringkat 39 pada tahun 2024 ke posisi ke-9 pada 2025 dinilai Halili tidak terlepas dari penguatan regulasi. Salah satu faktor yang berkontribusi adalah penetapan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama.
Sementara itu, kehadiran Ambon dalam daftar sepuluh besar menjadi indikator penting bahwa praktik toleransi terus berkembang di berbagai wilayah Indonesia.
Skor Toleransi Nasional Menunjukkan Peningkatan
Secara agregat, skor rata-rata toleransi di Indonesia pada tahun 2025 tercatat sebesar 4,97, mengalami peningkatan dari angka 4,92 pada tahun sebelumnya. “Secara garis besar, kota-kota pada peringkat 10 besar kota dengan skor terendah pada IKT 2025 masih menghadapi tantangan pada aspek kepemimpinan politik (political leadership) dan kepemimpinan birokrasi (bureaucratic leadership) yang kurang kondusif dalam pemajuan toleransi,” jelas Halili.
Peningkatan skor rata-rata ini mengindikasikan bahwa kondisi toleransi di Indonesia secara umum tergolong cukup baik dan terus menunjukkan perbaikan yang berkelanjutan, meskipun masih terdapat tantangan di beberapa daerah.
Ikuti Akses.co.id
