Tren

10 Ilmuwan AS Tewas dan Hilang Misterius, FBI Turun Tangan Selidiki Dugaan Keterkaitan

Advertisement

Sebanyak 10 ilmuwan Amerika Serikat yang terlibat dalam penelitian sensitif, termasuk di bidang nuklir dan kedirgantaraan, dilaporkan meninggal dunia atau hilang secara misterius dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini memicu kekhawatiran dan spekulasi mengenai kemungkinan adanya keterkaitan antar kejadian atau bahkan aktivitas jahat yang terorganisir.

Menanggapi situasi tersebut, Federal Bureau of Investigation (FBI) secara resmi menyatakan akan memimpin upaya pencarian dan penyelidikan terkait kasus hilangnya serta kematian para ilmuwan ini. FBI bekerja sama dengan Departemen Energi, Departemen Militer, serta mitra penegak hukum di tingkat negara bagian untuk mengungkap misteri di balik serangkaian peristiwa yang meresahkan ini.

Daftar Ilmuwan yang Meninggal dan Hilang Secara Misterius

Kasus kematian atau hilangnya para ilmuwan ini memiliki latar belakang yang beragam. Beberapa di antaranya melibatkan dugaan pembunuhan yang belum terpecahkan, sementara yang lain adalah kasus orang hilang tanpa jejak tindak kejahatan. Berikut adalah 10 nama ilmuwan Amerika Serikat yang dikabarkan meninggal dunia dan hilang secara tiba-tiba:

  1. Michael David Hicks: Kematian Michael David Hicks, seorang ilmuwan yang bekerja di Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA selama hampir 25 tahun, menjadi salah satu titik awal dari serangkaian peristiwa misterius ini pada tahun 2023. Hicks, yang berusia 59 tahun, meninggal pada 30 Juli 2023, dengan spesialisasi di bidang komet dan asteroid. Penyebab kematiannya tidak diungkapkan. Putrinya, Julia Hicks, menyatakan bahwa ayahnya telah berjuang dengan masalah kesehatan dan merasa terguncang oleh spekulasi yang muncul. “Sejauh yang saya tahu tentang ayah saya, tidak ada alur logika yang dapat menghubungkannya dengan potensi penyelidikan federal ini,” ujar Julia Hicks. Ia menambahkan bahwa hingga kini, belum ada perwakilan pemerintah atau lembaga federal yang menghubunginya untuk menanyakan tentang kematian ayahnya.
  2. Frank Maiwald: Seorang spesialis dalam penelitian ruang angkasa yang juga terkait dengan JPL, Frank Maiwald, meninggal di Los Angeles pada tahun 2024 di usianya yang ke-61 tahun.
  3. Monica Reza: Monica Reza, seorang insinyur kedirgantaraan berusia 60 tahun, dilaporkan menghilang saat mendaki di hutan Los Angeles pada Juni 2025. Ia menjabat sebagai direktur Kelompok Pemrosesan Material Laboratorium NASA.
  4. William Neil McCasland: Mantan Mayor Jenderal Angkatan Udara, William Neil McCasland, dinyatakan hilang sejak meninggalkan rumahnya di Albuquerque, New Mexico, pada 27 Februari 2026. Ia meninggalkan telepon, kacamata resep, dan perangkat elektronik lainnya. McCasland memiliki peran penting dalam berbagai penelitian kedirgantaraan Pentagon dan pernah memimpin Laboratorium Penelitian Angkatan Udara. Istrinya, Susan McCasland Wilkerson, membantah spekulasi bahwa hilangnya suaminya terkait dengan pekerjaannya, termasuk rumor tentang penyimpanan puing-puing luar angkasa yang dikaitkan dengan insiden Roswell.
  5. Melissa Casias: Melissa Casias, 53 tahun, yang bekerja di Laboratorium Nasional Los Alamos, sebuah fasilitas penelitian nuklir terkemuka, terakhir terlihat berjalan di jalan raya dekat Talpa, New Mexico, pada Juni 2025. Ia meninggalkan barang-barangnya di rumah dan sebuah telepon yang telah direset. Pihak berwenang menyatakan tidak ada dugaan tindak kejahatan dalam kasus ini.
  6. Anthony Chavez: Seorang pensiunan berusia 78 tahun yang bekerja sebagai mandor pengawas konstruksi di Laboratorium Nasional Los Alamos, Anthony Chavez, juga menghilang pada Mei 2025. Tidak ditemukan tanda-tanda tindak kejahatan, namun pencarian ekstensif tidak membuahkan hasil.
  7. Nuno F.G. Loureiro: Profesor di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Nuno FG Loureiro, seorang fisikawan dan ilmuwan fusi berusia 47 tahun, ditembak mati di rumahnya dekat Boston pada Desember 2025. Ia memimpin Pusat Sains Plasma dan Fusi MIT.
  8. Carl Grillmair: Ahli astrofisika Carl Grillmair, 67 tahun, tewas ditembak di rumahnya di luar Los Angeles pada Februari. Ia dikenal karena penelitiannya tentang pencarian air di planet-planet di luar tata surya.
  9. Matthew James Sullivan: Anggota Kongres Eric Burlison melaporkan bahwa Matthew James Sullivan, 39 tahun, mantan perwira intelijen Angkatan Udara AS, meninggal pada tahun 2024 sebelum memberikan kesaksian dalam kasus pelapor pelanggaran federal terkait UFO. Burlison mendesak FBI untuk menyelidiki kematian yang disebutnya mencurigakan ini, meskipun berita kematiannya tidak menyebutkan penyebab pasti, namun mengindikasikan bunuh diri.
  10. Amy Eskridge: Amy Eskridge, 34 tahun, salah satu pendiri Institute for Exotic Science di Huntsville, Alabama, yang meninggal pada tahun 2022, juga kembali menarik perhatian. Keluarganya menyatakan bahwa ia menderita penyakit nyeri kronis dan menekankan bahwa ilmuwan juga meninggal, meminta agar hal ini tidak terlalu dibesar-besarkan.

Tanggapan Pejabat dan Investigasi Berjalan

Komite Pengawasan DPR yang dipimpin Partai Republik mengumumkan pada Senin (20/4/2026) bahwa mereka akan menyelidiki laporan mengenai kematian dan hilangnya individu-individu tersebut, yang dinilai memiliki akses ke informasi ilmiah yang sensitif. “Laporan-laporan tersebut menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinan adanya hubungan yang mencurigakan antara kematian dan penghilangan tersebut,” ujar komite dalam pernyataan resminya. Permintaan penjelasan telah diajukan kepada FBI, Departemen Pertahanan, Departemen Energi, dan NASA.

Advertisement

NASA menyatakan bahwa mereka berkoordinasi dan bekerja sama dengan lembaga terkait sehubungan dengan para ilmuwan tersebut. “Saat ini, tidak ada hal terkait NASA yang mengindikasikan ancaman terhadap keamanan nasional,” kata juru bicara NASA, Bethany Stevens.

Anggota DPR James Walkinshaw menyetujui perlunya penyelidikan, namun ia berpendapat bahwa Amerika Serikat memiliki ribuan ilmuwan nuklir dan ahli nuklir, sehingga program nuklir tidak akan terpengaruh secara signifikan oleh musuh asing hanya dengan menargetkan 10 individu. Sementara itu, Donald Trump berharap hilangnya orang dan kematian tersebut hanyalah kebetulan. “Saya harap ini acak, tetapi kita akan mengetahuinya dalam satu setengah minggu ke depan,” ujarnya.

Investigasi saat ini tengah dilakukan dengan mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan yang sah dan relevan terkait kasus-kasus baru-baru ini, dan tidak ada satu pun kemungkinan yang akan diabaikan.

Advertisement