Akses.co.id — Ulasan mengenai gunung berapi paling aktif di dunia selalu memantik rasa ingin tahu, mulai dari frekuensi letusannya yang nyaris tanpa henti, tingkat aktivitas, hingga lokasi geografisnya. Beberapa di antaranya bahkan tercatat meletus dalam hitungan menit, menunjukkan dinamika alam yang luar biasa. Letusan gunung berapi tidak hanya berperan dalam membentuk lanskap, tetapi juga memiliki dampak signifikan terhadap iklim global dan sejarah peradaban manusia.
Melansir All Top Everything pada 9 November 2025, berikut adalah 10 gunung berapi yang paling aktif di dunia, dinilai berdasarkan intensitas dan catatan letusannya:
1. Gunung Yasur
Gunung berapi dengan aktivitas paling intens di dunia adalah Gunung Yasur yang terletak di Pulau Tanna, Vanuatu. Rata-rata, gunung ini meletus setiap 15 menit. Berada di negara kepulauan Pasifik Selatan, nama “Yasur” berasal dari bahasa Kwamera yang berarti gunung berapi. Fenomena menariknya, gunung ini telah menunjukkan aktivitas tanpa henti selama sekitar 800 tahun terakhir. Meskipun frekuensinya tinggi, letusannya cenderung kecil dalam beberapa tahun terakhir. Akses yang relatif mudah dan letusan yang cenderung aman menjadikan Gunung Yasur destinasi wisata populer sekaligus ikon budaya Vanuatu.
| Frekuensi Letusan | ±15 menit |
| Aktivitas | Hampir terus-menerus selama ±800 tahun |
| Lokasi | Pulau Tanna, Vanuatu |
| Usia | Sekitar 2.000 tahun (kemungkinan lebih tua) |
| Tipe | Stratovolkano |
2. Volcán de Fuego
Berada di kawasan Chimaltenango, Guatemala, Volcán de Fuego, yang berarti “gunung api,” merupakan salah satu gunung berapi paling aktif saat ini. Letusan kecilnya terjadi setiap 20 menit, sementara erupsi besar muncul hampir setiap tahun. Gunung ini merupakan yang paling aktif di Amerika Tengah dan juga yang paling aktif di luar kawasan kepulauan di dunia.
| Frekuensi Letusan | ±15–20 menit |
| Aktivitas | Hampir terus-menerus selama ±20 tahun |
| Lokasi | Chimaltenango, Guatemala |
| Usia | Sekitar 200.000 tahun |
| Tipe | Stratovolkano |
3. Gunung Stromboli
Dijuluki “Mercusuar Mediterania” karena aktivitasnya yang konsisten, Gunung Stromboli di Kepulauan Aeolian, Italia, memiliki riwayat aktivitas lebih dari 1.400 tahun, menjadikannya salah satu gunung berapi terlama yang masih aktif. Pola letusannya yang khas bahkan melahirkan istilah “Strombolian” untuk menggambarkan tipe erupsi serupa di seluruh dunia.
| Frekuensi Letusan | ±30 menit |
| Aktivitas | Hampir terus-menerus selama ±1.400 tahun |
| Lokasi | Kepulauan Aeolian, Italia |
| Usia | Sekitar 100.000 tahun |
| Tipe | Stratovolkano |
4. Gunung Erebus
Terletak di Pulau Ross, Antartika, Gunung Erebus adalah gunung berapi teraktif paling selatan di dunia. Gunung ini memiliki danau lava yang terus menyala di kawahnya. Kondisi lingkungan ekstrem dan lokasinya yang terpencil menjadikan gunung ini objek penelitian penting dan indikator aktivitas vulkanik di wilayah paling dingin di Bumi. Gunung Erebus tercatat meletus setiap kurang lebih lima jam selama kurang lebih 50 tahun.
| Frekuensi Letusan | ±5 jam |
| Aktivitas | Hampir terus-menerus selama ±50 tahun |
| Lokasi | Pulau Ross, Antartika |
| Usia | Sekitar 1,3 juta tahun |
| Tipe | Stratovolkano |
5. Gunung Sakurajima
Gunung Sakurajima di Jepang merupakan gunung berapi termuda dalam daftar ini dengan usia sekitar 13.000 tahun. Dahulu sebuah pulau, Sakurajima menyatu dengan daratan utama Jepang setelah letusan besar pada tahun 1914. Kedekatannya dengan Kota Kagoshima membuat aktivitasnya diawasi ketat oleh pemerintah Jepang.
| Frekuensi Letusan | ±2 hari |
| Aktivitas | Hampir terus-menerus selama ±70 tahun |
| Lokasi | Kagoshima, Jepang |
| Usia | Sekitar 13.000 tahun |
| Tipe | Stratovolkano |
6. Gunung Etna
Gunung Etna di Sisilia, Italia, meletus setiap kurang lebih empat bulan sekali dan merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Eropa. Aktivitasnya telah berlangsung selama ribuan tahun dan semakin intens dalam satu abad terakhir. Letusannya kerap bersifat eksplosif, menghasilkan semburan lava dan abu yang tinggi. Kawasan padat penduduk di sekitarnya terus dipantau secara ketat untuk mitigasi risiko.
| Frekuensi Letusan | ±4 bulan |
| Aktivitas | Hampir terus-menerus selama ±3.500 tahun |
| Lokasi | Sisilia, Italia |
| Usia | Sekitar 500.000 tahun |
| Tipe | Stratovolkano |
7. Piton de la Fournaise
Piton de la Fournaise di Pulau Réunion, Perancis, dikenal sebagai gunung berapi perisai paling aktif di dunia. Rata-rata, gunung ini meletus dua kali dalam setahun, ditandai dengan aliran lava basaltik yang besar. Relatif mudah diakses, Piton de la Fournaise menjadi kawasan populer bagi peneliti dan wisatawan.
| Frekuensi Letusan | ±6 bulan |
| Aktivitas | Hampir terus-menerus selama ±500 tahun |
| Lokasi | Pulau Réunion (Perancis) |
| Usia | Sekitar 530.000 tahun |
| Tipe | Gunung perisai |
8. Kilauea
Kilauea di Hawaii, Amerika Serikat, dikenal luas karena periode letusannya yang panjang. Salah satu erupsi terbesarnya berlangsung dari 1983 hingga 2018, menjadikannya salah satu yang terlama dalam catatan modern. Meskipun cenderung tidak eksplosif, Kilauea menghasilkan aliran lava yang terus-menerus dan signifikan mengubah lanskap pulau Hawaii.
| Frekuensi Letusan | ±2 tahun |
| Aktivitas | Hampir terus-menerus selama ±60 tahun |
| Lokasi | Hawaii, Amerika Serikat |
| Usia | Sekitar 280.000 tahun |
| Tipe | Gunung perisai |
9. Gunung Merapi
Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, Indonesia, termasuk salah satu gunung berapi paling aktif sekaligus paling berbahaya di dunia. Berada dalam Cincin Api Pasifik, letusannya yang eksplosif dan aliran piroklastik menjadi ancaman serius bagi wilayah padat penduduk di sekitarnya. Gunung Merapi tercatat meletus dalam kurun waktu kurang lebih tiga tahun.
| Frekuensi Letusan | ±3 tahun |
| Aktivitas | Hampir terus-menerus selama ±500 tahun |
| Lokasi | DIY dan Jawa Tengah, Indonesia |
| Usia | Sekitar 400.000 tahun |
| Tipe | Stratovolkano |
10. Gunung Villarrica
Gunung Villarrica di Chili Selatan, yang berada di dekat Pegunungan Andes, terkenal dengan puncaknya yang bersalju dan danau lavanya. Keindahan alamnya menarik banyak wisatawan, namun aktivitas gunung ini tetap diawasi ketat karena potensi dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Gunung ini meletus setiap kurang lebih empat tahun.
| Frekuensi Letusan | ±4 tahun |
| Aktivitas | Hampir terus-menerus selama ±500 tahun |
| Lokasi | Chili Selatan |
| Usia | Sekitar 600.000 tahun |
| Tipe | Stratovolkano |
Ikuti Akses.co.id
